Berita

Menteri Sosial Saifullah Yusuf didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, saat mendemonstrasikan sistem digital bansos, di Ruang Rapat Komisi VIII, Senayan, Rabu kemarin, 10 Juni 2026. (Foto: Humas Kemensos)

Politik

Kemensos Demonstrasikan Sistem Digitalisasi Bansos kepada DPR

KAMIS, 11 JUNI 2026 | 10:44 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mendemonstrasikan sistem digitalisasi bantuan sosial (bansos) kepada Komisi VIII DPR RI pada Rabu, 10 Juni 2026.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa digitalisasi bansos merupakan bagian dari reformasi tata kelola perlindungan sosial yang lebih transparan, akuntabel, dan berbasis data.

"Melalui sistem ini, setiap pengajuan bansos dapat langsung diketahui hasilnya, termasuk alasan diterima atau ditolak. Ini penting untuk menghindari perdebatan di lapangan dan meningkatkan kepercayaan publik," ujar Saifullah Yusuf, Kamis, 11 Juni 2026.


Dalam simulasi yang dilakukan bersama anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya, proses pendaftaran bansos dilakukan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan verifikasi biometrik melalui teknologi pemindaian wajah (liveness detection). Setelah identitas terverifikasi, sistem secara otomatis mencocokkan data dengan berbagai basis data pemerintah, seperti kepemilikan aset, kendaraan, pekerjaan, upah, dan konsumsi listrik.

Perwakilan DEN, Rahmat Danu Andika, menjelaskan bahwa sistem mampu memverifikasi identitas dan data penerima secara real time.

"Barusan yang terjadi adalah satu, dicek bahwa yang bersangkutan betul manusia di depan handphone, dan yang kedua dicek ke Dukcapil sebagai source of truth biometrik populasi Indonesia," ujarnya.

Ia menambahkan, setelah proses autentikasi, sistem langsung melakukan verifikasi lintas data secara terintegrasi.

"Begitu pengajuan dilakukan, sistem secara instan akan bertanya ke berbagai sumber data mulai dari kepemilikan kendaraan, status pekerjaan dan upah, konsumsi listrik, hingga kepemilikan aset tanah, semuanya database to database secara real time," katanya.

Dalam simulasi tersebut, sistem menyatakan pengajuan tidak layak menerima bansos dan menampilkan alasan secara transparan berdasarkan kondisi ekonomi pemohon. Menurut DPR, keterbukaan informasi ini menjadi langkah maju untuk meningkatkan akuntabilitas dan efektivitas penyaluran bantuan sosial.

Kemensos juga menyiapkan mekanisme sanggah bagi masyarakat yang ingin memperbarui data. Saat ini, implementasi digitalisasi bansos yang dikembangkan melalui Gugus Tugas Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) telah diuji coba dan tengah diperluas ke 42 kabupaten/kota sebagai bagian dari agenda transformasi digital nasional.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya