Berita

Representative Image (Foto: WMO)

Nusantara

Waspada Dampak El Nino, BMKG Prediksi Puncak Kemarau Agustus hingga September 2026

KAMIS, 11 JUNI 2026 | 10:28 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Musim kemarau tahun 2026 diproyeksikan akan berlangsung lebih panjang dan lebih kering jika dibandingkan dengan kondisi rata-rata normalnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa puncak musim kemarau di Indonesia akan berlangsung secara bertahap sejak Juli hingga September mendatang.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, merinci bahwa puncak kemarau dimulai pada Juli yang mencakup 12,26 persen luas daratan.


Fase yang paling krusial akan jatuh pada Agustus, di mana 48,84 persen daratan Indonesia atau sebanyak 369 Zona Musim (ZOM) akan mengalami puncak kemarau secara serentak.

Wilayah yang sangat terdampak pada Agustus ini meliputi sebagian besar Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, hingga sebagian besar Kalimantan dan Papua.

Selanjutnya, sebanyak 169 ZOM akan menyusul memasuki periode puncak kemarau pada September.

Ancaman kekeringan ekstrem ini juga diperparah oleh fenomena El Nino yang diprediksi masih akan terus bertahan hingga awal 2027.

Menghadapi situasi iklim yang kian menantang, BMKG mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

Terdapat sejumlah langkah krusial yang direkomendasikan oleh BMKG.

Sektor pertanian sangat diimbau untuk segera menyesuaikan jadwal tanam dan memilih varietas tanaman yang tahan kekeringan serta memiliki siklus panen yang lebih pendek.

Pemerintah daerah diminta untuk merevitalisasi waduk dan memperbaiki jaringan distribusi guna memastikan ketersediaan air bersih.

Pengelola sektor energi perlu memastikan kapasitas air bendungan tetap mencukupi untuk kebutuhan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Pemerintah daerah juga diharapkan menyiapkan mekanisme respons cepat guna mengantisipasi memburuknya kualitas udara yang berpotensi memicu lonjakan kasus ISPA.

Selain langkah mitigasi pencegahan di atas, BMKG juga terus berkoordinasi secara aktif dengan berbagai pihak terkait untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) demi mencegah meluasnya ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Di tengah kewaspadaan ini, masyarakat sangat diharapkan untuk terus memantau pembaruan informasi resmi dari saluran BMKG agar terhindar dari kepanikan akibat informasi yang tidak terverifikasi.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya