Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Ancaman Trump ke Iran Bikin Harga Minyak Melonjak Hampir 2 Persen

KAMIS, 11 JUNI 2026 | 09:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia kembali naik setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menyerang Iran dengan sangat keras jika tidak tercapai kesepakatan damai antara kedua negara.

Pada penutupan perdagangan Rabu, 10 Juni 220y, waktu setempat, harga minyak mentah Brent ditutup naik 1,65 Dolar AS atau 1,8 persen menjadi 93,10 Dolar yang per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 1,83 Dolar AS atau 2 persen menjadi 90,03 Dolar AS per barel.

Kenaikan harga sempat lebih besar pada perdagangan sore hari. Kedua kontrak minyak melonjak sekitar 3 Dolar AS setelah Trump kembali menegaskan bahwa Iran akan menghadapi serangan lanjutan menyusul bentrokan militer terbaru antara AS dan Iran.


Namun, penguatan harga berkurang menjelang penutupan pasar setelah Trump mengungkapkan bahwa militer AS secara diam-diam mengawal kapal-kapal pengangkut minyak yang melewati Selat Hormuz. Menurutnya, operasi tersebut membantu menjaga pasokan minyak tetap mengalir dan mencegah lonjakan harga yang lebih tinggi.

Trump bahkan menyatakan harga minyak seharusnya bisa mencapai 250 Dolar AS per barel jika operasi tersebut tidak dilakukan. Ia juga menuduh Iran sengaja memperlambat proses negosiasi perdamaian dan memperingatkan bahwa Teheran harus "membayar harganya".

Selain faktor geopolitik, harga minyak juga mendapat dukungan dari data persediaan minyak mentah AS. Badan Informasi Energi Amerika Serikat (EIA) melaporkan stok minyak mentah AS turun 7,2 juta barel pada pekan yang berakhir 5 Juni, jauh lebih besar dibanding perkiraan analis yang memperkirakan penurunan sekitar 4 juta barel.

Penurunan stok tersebut menunjukkan pasokan minyak semakin ketat di tengah gangguan pasokan akibat konflik yang sedang berlangsung.

Pasar juga terus mencermati situasi di Selat Hormuz, jalur strategis yang biasanya dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak mentah dan gas alam cair dunia. Gangguan lalu lintas kapal di kawasan tersebut berpotensi memperketat pasokan global dan mendorong harga minyak lebih tinggi.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Thoriqoh itu Fokus ke Allah, Bukan ke Jokowi dan PSI

Selasa, 01 September 2026 | 05:52

Enam Program Prioritas Sektor Kelautan-Perikanan Jamin Kesejahteraan Masyarakat

Selasa, 01 September 2026 | 05:26

IAW Soroti Tersendatnya INA-24: Sampai Kapan Berlindung di Balik Warisan?

Selasa, 01 September 2026 | 04:53

Prabowo Terima KTA NU

Selasa, 01 September 2026 | 04:29

Onduline Siapkan Produk dan SDM Terbaik Dukung Pembangunan Sekolah Rakyat

Selasa, 01 September 2026 | 03:59

Tragedi Kelas Menengah, Terjepit dan Terlupakan

Selasa, 01 September 2026 | 03:47

Sempat 13 Hari Hilang Kontak di Laut, Awak KM El Malika Bersiap Kembali ke Rumah

Selasa, 01 September 2026 | 03:25

TNI Perkuat Penanganan Karhutla Melalui Penyuluhan

Selasa, 01 September 2026 | 02:55

Usung Konsep "Moving for Longevity", Fervid Pilates Studio Perluas Edukasi Komunitas

Selasa, 01 September 2026 | 02:42

Merawat Konsep Ekonomi-Politik Hatta

Selasa, 01 September 2026 | 02:20

Selengkapnya