Berita

Analis kebijakan publik, Muhammad Said Didu. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

KAMIS, 11 JUNI 2026 | 01:07 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Kasus dugaan korupsi yang menyeret sejumlah petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) dinilai dapat menjadi momentum bagi Presiden Prabowo Subianto untuk mengevaluasi jajaran orang-orang kepercayaannya yang mengelola program strategis pemerintah.

Analis kebijakan publik Muhammad Said Didu menilai persoalan yang muncul di tubuh BGN menunjukkan pentingnya penguatan tata kelola serta pengawasan terhadap pelaksanaan program prioritas nasional.

"Saya melihat Prabowo betul-betul merasa dikhianati oleh orang yang dipercaya," kata Said Didu dalam Diskusi Media Buka Fakta di Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.


Mantan Sekretaris Kementerian BUMN itu menilai langkah penegakan hukum terhadap sejumlah pejabat BGN menjadi peringatan bahwa loyalitas saja tidak cukup dalam penempatan pejabat publik.

Menurutnya, kompetensi, integritas, dan kemampuan menjalankan tata kelola yang baik harus menjadi pertimbangan utama dalam mengelola program pemerintah yang menggunakan anggaran besar.

Said juga melihat adanya kecenderungan pemerintah mulai lebih terbuka terhadap berbagai kritik yang berkembang di masyarakat, termasuk terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Saya melihat Prabowo mulai realistis dan mulai mendengarkan kritik masyarakat," ujarnya.

Meski mengkritisi tata kelola pelaksanaannya, Said menegaskan tetap mendukung program MBG karena memiliki tujuan yang baik untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Namun demikian, ia menilai pelaksanaan program perlu terus diperbaiki agar penggunaan anggaran lebih efektif dan tepat sasaran. Salah satunya dengan memprioritaskan penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan.

"Saya mendukung pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk membantu pembiayaan program MBG. Itu lebih nyata manfaatnya kepada rakyat," pungkasnya.


Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya