Berita

BEM Kristiani Seluruh Indonesia (BEM KSI). (Foto: Istimewa)

Nusantara

Polri Didorong Selidiki PKS yang Membeli TBS di Bawah Harga Resmi

SELASA, 09 JUNI 2026 | 12:23 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pembelian Tandan Buah Segar (TBS) di bawah harga resmi merupakan bentuk ketidakadilan yang merugikan jutaan petani sawit di Indonesia yang menggantungkan kehidupan ekonominya pada hasil perkebunan sawit.

Hal itu disampaikan Koordinator Pusat BEM Kristiani Seluruh Indonesia (BEM KSI), Charles Gilbert menyusul temuan adanya Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Sumatera Utara yang diduga belum menyesuaikan harga pembelian TBS sesuai kondisi pasar dan ketentuan yang berlaku. 

“Petani adalah pihak yang paling dirugikan ketika harga ditekan secara sepihak oleh perusahaan,” kata Charles Gilbert dalam keterangannya, Selasa 9 Juni 2026.


Menurutnya, Polri memiliki instrumen pengawasan yang sangat lengkap hingga ke tingkat kecamatan melalui jajaran Polsek dan Bhabinkamtibmas, sehingga proses pengumpulan informasi dan investigasi dapat dilakukan secara lebih cepat dibandingkan instansi lainnya.

“Karena itu kami meminta Kapolri memberikan atensi khusus terhadap persoalan ini agar tidak berlarut-larut dan semakin merugikan petani sawit,” lanjutnya.

BEM KSI juga mendukung langkah tegas Kementerian Pertanian Andi Amran Sulaiman yang akan memeriksa perusahaan sawit yang belum menaikkan harga TBS.  

“Negara tidak boleh kalah oleh praktik-praktik yang berpotensi merugikan petani," kata Charles.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Wamenko Dradjad: Penilaian MSCI Tidak Selalu Benar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 16:23

Trump Bicara Soal Denuklirisasi dengan Rusia dan Tiongkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:43

PGN Perkuat Efisiensi dan Daya Saing Bisnis Melalui Inisiatif Dekarbonisasi Berkelanjutan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:22

Kawasan Industri Diajak Cak Imin Bantu Korban Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:11

OJK Denda DSSA, BREN, CUAN Rp2,1 Triliun, Sanksi 835 Pihak Tembus Rp390 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:03

DIM RUU Migas Hampir Rampung 90 Persen

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:00

Airlangga Heran MSCI Mendadak Ancam Cabut Status Emerging Market RI Usai Bertemu Menkeu-BI di Bangkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:52

Pimpin Nasdem Garut, Lola Nelria: Partai Harus Hadir dalam Kehidupan Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:46

Houthi Serang Istana Presiden Yaman, Lima Meninggal Dunia

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:41

Kopdes Butuh Talenta Utuh agar Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:34

Selengkapnya