Berita

Wakil Ketua Komisi XIII DPR Sugiat Santoso. (Foto: Istimewa)

Politik

DPR Usulkan Penguatan Anggaran Ditjen Pemasyarakatan

SELASA, 09 JUNI 2026 | 10:22 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Penguatan anggaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) dinilai penting untuk meningkatkan efektivitas pembinaan narapidana sekaligus menekan angka residivisme atau kejahatan berulang.

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso, mendukung penambahan anggaran bagi Ditjen Pemasyarakatan melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) 2026 maupun pagu indikatif 2027. Namun, ia menegaskan bahwa tambahan anggaran tersebut harus dibarengi dengan program pembinaan yang terukur dan berdampak nyata.

Menurut Sugiat, warga binaan perlu dibekali keterampilan kerja, pembinaan kepribadian, serta kemampuan beradaptasi dan bersosialisasi agar lebih siap kembali ke tengah masyarakat setelah menjalani masa hukuman.


"Negara mengeluarkan triliunan Rupiah untuk memberikan fasilitas terhadap narapidana yang sudah terbukti berbuat kejahatan dengan membangun lapas dan fasilitas penunjang lainnya. Namun pada kenyataannya angka kejahatan terus meningkat bahkan banyak lapas yang overcapacity," kata Sugiat, dikutip Selasa 9 Juni 2026.

Politikus Partai Gerindra itu menilai sistem pemasyarakatan harus mampu menghasilkan perubahan perilaku yang nyata. Dengan demikian, warga binaan dapat kembali menjadi bagian produktif dari masyarakat dan tidak mengulangi tindak pidana yang sama.

Karena itu, ia meminta pemerintah memaksimalkan fungsi pembinaan dan pemberdayaan narapidana. Sugiat juga mendorong adanya skema yang memungkinkan warga binaan lebih mandiri sehingga kebutuhan mereka di lembaga pemasyarakatan tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran negara.

"Seharusnya uang yang dikhususkan untuk warga binaan harus dihasilkan oleh mereka sendiri tanpa membebani keuangan negara," ujarnya.

Sebelumnya, Komisi XIII DPR menyatakan dukungan terhadap penguatan anggaran Ditjen Pemasyarakatan dengan syarat disertai rincian program kerja yang jelas serta pemetaan isu-isu strategis, khususnya terkait penguatan peran dan fungsi Balai Pemasyarakatan (Bapas).

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya