Berita

Bupati Muara Enim, Edison. (Foto: Istimewa)

Hukum

Bupati Muara Enim Dikabarkan Jadi Tersangka Usai OTT KPK, Diduga Terima Suap Pengadaan Disdikbud

SELASA, 09 JUNI 2026 | 07:38 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Bupati Muara Enim, Edison, dikabarkan telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Muara Enim.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan lembaganya telah menggelar ekspose atau gelar perkara pada Senin malam 8 Juni 2026 setelah operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di Jakarta dan Sumatera Selatan sejak Minggu malam. 

"Maka berdasarkan kecukupan bukti permulaan yang diperoleh, diputuskan perkara ini naik ke tahap penyidikan, untuk kemudian menetapkan para pihak sebagai tersangkanya," kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Selasa 9 Juni 2026. 


Meski demikian, Budi belum mengungkap jumlah maupun identitas pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan 10 orang, termasuk Bupati Muara Enim, Edison.

Menurut Budi, perkara yang sedang ditangani KPK berkaitan dengan dugaan penerimaan suap oleh kepala daerah terkait proyek pengadaan di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim.

"Dalam perkara ini, dugaan penerimaan yang dilakukan oleh Bupati terkait dengan pengadaan-pengadaan di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, salah satu pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka adalah Bupati Muara Enim, Edison. Saat ini, Edison dikabarkan sedang dalam perjalanan menuju Gedung Merah Putih KPK di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

KPK dijadwalkan menyampaikan konstruksi perkara, identitas para tersangka, serta barang bukti yang diamankan dalam OTT tersebut pada konferensi pers resmi dalam waktu dekat.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya