Berita

Kepala BGN Nanik S Deyang (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Usai Dilantik, Kepala BGN Fokus Efisiensi Anggaran dan Tingkatkan Kualitas MBG

SENIN, 08 JUNI 2026 | 18:45 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Penataan ulang program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi agenda pertama yang akan dikerjakan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang usai resmi dilantik di Istana Negara, Jakarta, Senin, 8 Juni 2026.

Nanik mengatakan langkah pertama yang akan dilakukan adalah menerapkan moratorium atau penghentian sementara penambahan titik layanan dan dapur baru MBG. 

Kebijakan tersebut diambil untuk memberi ruang bagi pemerintah melakukan penataan ulang distribusi dapur yang saat ini dinilai belum merata dan masih terkonsentrasi di sejumlah wilayah tertentu.


“Artinya kita enggak buka yang baru dulu maupun pendaftarannya.Ya. Jadi kita mau nata, mau nata misalnya Jawa Tengah ini harusnya butuh berapa, Jawa Barat ini butuh berapa, DKI butuh berapa, dan lain-lain Jawa Timur. Karena memang dari datanya Ibu Arumsari, dapur ini masih menumpuk di Jawa. Kemudian, setelah kami menata baru ya kami hitung apakah perlu kami membuka kembali atau tidak," jelasnya. 

Selain menata infrastruktur program, BGN juga akan melakukan refocusing penerima manfaat agar bantuan gizi benar-benar menyasar kelompok yang membutuhkan. 

Menurut Nanik, evaluasi akan dilakukan terhadap data penerima manfaat yang saat ini mencapai puluhan juta orang untuk memastikan program berjalan lebih tepat sasaran. 

“Refokusing ini maksudnya adalah apakah perlu? Rasanya tidak perlu ya kalau misalnya sekolah-sekolah kaya. Kan ini pasti di rumah gizinya juga lebih bagus. Jadi kita lebih arahkan nanti benar-benar pada anak-anak atau penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi,” papar Nanik.

Langkah berikutnya adalah memperkuat pengawasan kualitas pelaksanaan program. 

Nanik menegaskan bahwa pada tahun 2026 BGN tidak lagi berorientasi pada penambahan jumlah dapur atau cakupan semata, melainkan memastikan seluruh layanan memenuhi standar operasional dan kualitas makanan yang telah ditetapkan pemerintah. 

“Kami juga sudah sampaikan ke Presiden di tahun 2026 ini kita bukan mengejar kuantitas, tapi pada kualitas. Sehingga kami akan mengecek apakah dapur-dapur yang sekarang ada ini sesuai dengan juknis atau tidak. Nanti akan kita grading,” jelasnya.

Untuk menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), BGN juga tengah menyiapkan skema pembiayaan alternatif di luar APBN. 

Opsi yang dipertimbangkan antara lain melalui investasi swasta, program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), hingga hibah dari luar negeri guna memperluas jangkauan layanan MBG tanpa menambah beban fiskal negara.

“Kami akan coba kerja samakan atau kita bisa dibiayai dengan CSR-nya BUMN, atau mungkin ada hibah dari luar negeri, atau mungkin juga kalau di tempat itu ada perusahaan-perusahaan besar misalnya berinvestasi. Masah sih bikin dapur untuk masyarakat di situ enggak mau, kan enggak mahal juga,” pungkasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya