Berita

Ilustrasi. (Foto: RMOL/Alifia)

Politik

Pemerintah Harus Segera Pulihkan Trust Investor

SENIN, 08 JUNI 2026 | 17:50 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pelemahan tajam nilai tukar rupiah hingga menembus Rp18.176 per dolar AS yang dibarengi anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lebih dari 4 persen memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi nasional. 

Kondisi tersebut dinilai dapat menimbulkan efek domino yang berdampak pada dunia usaha, investasi, hingga daya beli masyarakat jika tidak segera diantisipasi

Menanggapi situasi kritis tersebut, Anggota Komisi XI DPR RI, Marwan Jafar, mendesak pemerintah dan otoritas moneter untuk segera mengambil langkah darurat yang cepat, cerdas, dan terukur demi memulihkan kepercayaan (trus) pasar yang mulai goyah.


"Pelemahan rupiah yang sangat dalam dan amblesnya IHSG ini adalah sinyal bahaya. Pemerintah harus segera melakukan intervensi pasar yang tepat. Kondisi darurat seperti ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa arah kebijakan yang jelas," tegas Marwan Jafar di Jakarta, Senin, 8 Juni 2026.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa ini menilai, kejatuhan IHSG dipicu oleh tingginya kepanikan investor yang memicu aksi jual massal. Jika sentimen negatif ini dibiarkan tanpa kepastian komunikasi publik dari pemerintah, risiko penarikan dana asing secara besar-besaran (capital outflow) akan semakin memperpuruk nilai tukar.

Bagi Marwan, faktor psikologis pasar dan kepastian regulasi jauh lebih menentukan stabilitas ekonomi saat ini dibandingkan sekadar data fundamental di atas kertas.

“Sentimen investor memegang kendali besar. Ketika pelaku pasar melihat pemerintah punya strategi mitigasi yang jelas dan respons cepat, tekanan terhadap rupiah bisa diredam. Sebaliknya, jika ketidakpastian dipelihara, pasar keuangan kita bisa lumpuh,” tandas legislator PKB asal Dapil Jawa Tengah III tersebut. 

Lebih lanjut, Marwan mengingatkan krisis di sektor keuangan ini bukan sekadar angka di papan saham, melainkan bom waktu bagi masyarakat kecil. Melemahnya rupiah ke level Rp18.000-an akan langsung mengerek biaya impor bahan baku industri dan memicu inflasi harga barang-barang kebutuhan pokok di pasar.

“Semakin cepat kepercayaan pasar dipulihkan, semakin besar peluang kita melindungi masyarakat dari dampak ekonomi yang lebih luas. Pemerintah harus hadir dengan langkah yang meyakinkan—bukan sekadar menenangkan dengan retorika, tapi menyelamatkan daya beli rakyat dari hantaman badai ekonomi ini,” pungkas Marwan.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya