Berita

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi (Foto: RMOL /Faisal Aristama)

Politik

Bantah Isu Chatib Basri Gantikan Purbaya, Istana Minta Publik Hentikan Spekulasi

SENIN, 08 JUNI 2026 | 14:04 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kembali menegaskan bahwa tidak ada rencana perombakan kabinet (reshuffle) dalam waktu dekat. 

Pernyataan itu sekaligus membantah rumor yang menyebut mantan Menteri Keuangan Chatib Basri akan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa di jajaran pemerintahan.

"Tidak ada, tidak ada rencana pergantian Menteri Keuangan. Berkali-kali juga sudah kami sampaikan bahwa tidak ada rencana reshuffle," kata Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 8 Juni 2026.


Prasetyo meminta publik tidak mengaitkan pelantikan sejumlah pejabat baru dengan isu pergantian menteri yang belakangan berkembang. Menurutnya, berbagai spekulasi yang menyeret nama tokoh tertentu tidak memiliki dasar yang jelas.

"Mohon maaf, sekali lagi jangan dikait-kaitkan dengan isu yang beredar atau berkembang, nama tokoh A, tokoh B, atau tokoh C. Karena memang sesungguhnya tidak sedang ada rencana pergantian itu," tegasnya.

Meski demikian, Prasetyo mengingatkan bahwa keputusan terkait perubahan susunan kabinet merupakan hak prerogatif Presiden. Karena itu, kemungkinan penyegaran kabinet tetap menjadi kewenangan penuh Presiden Prabowo Subianto.

Ia menambahkan, apabila pada waktunya Presiden menilai perlu melakukan perubahan atau penyegaran di lingkungan pemerintahan, hal tersebut akan diumumkan secara resmi kepada masyarakat.

"Nanti kalau memang Presiden merasa perlu ada penyegaran atau perubahan, tidak hanya di salah satu kementerian, pada waktunya akan disampaikan kepada masyarakat," ujarnya.

Dengan demikian, Istana memastikan hingga saat ini tidak ada agenda reshuffle maupun pergantian Menteri Keuangan sebagaimana rumor yang beredar di publik.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya