Berita

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

Politik

Rupiah dan IHSG Ambrol Bukan cuma Ulah Spekulan

SENIN, 08 JUNI 2026 | 12:43 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pernyataan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi yang menyinggung peran spekulan dalam pelemahan rupiah dan kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memunculkan perdebatan baru di kalangan ekonom dan analis politik. 

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai persoalan yang dihadapi Indonesia jauh lebih kompleks dibanding sekadar aktivitas spekulatif di pasar.

Menurut Amir, dalam perspektif intelijen ekonomi modern, pergerakan nilai tukar, pasar saham, dan arus modal internasional tidak pernah berdiri sendiri. Selalu terdapat interaksi antara faktor ekonomi riil, persepsi politik, stabilitas kebijakan, hingga operasi psikologis yang memengaruhi sentimen pasar.



“Spekulan memang ada dalam setiap pasar keuangan dunia. Tetapi pertanyaan intelijennya adalah mengapa spekulan merasa memiliki ruang yang cukup besar untuk menyerang suatu mata uang atau pasar saham?" kata Amir, dikutip Senin 8 Juni 2026.

Jawabannya, kata Amir, biasanya terletak pada persepsi terhadap fundamental ekonomi dan tingkat kepercayaan terhadap arah kebijakan pemerintah.

Amir menilai pertemuan yang difasilitasi Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad bersama Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Mensesneg Prasetyo Hadi merupakan sinyal bahwa pemerintah menyadari tingkat tekanan yang sedang dihadapi ekonomi nasional.

Dalam dunia intelijen strategis, kata Amir, koordinasi tingkat tinggi semacam itu biasanya dilakukan ketika indikator risiko telah mencapai level yang memerlukan respons lintas lembaga.

“Ketika otoritas fiskal, moneter, dan politik berkumpul dalam satu forum khusus untuk membahas stabilitas rupiah dan pasar modal, itu menunjukkan bahwa pemerintah memahami risiko yang sedang berkembang. Ini bukan sekadar fluktuasi harian biasa,” kata Amir.

Menurutnya, langkah tersebut juga bertujuan mengirimkan pesan psikologis kepada pasar bahwa pemerintah tetap solid dan memiliki kendali terhadap situasi.

Dalam analisis intelijen ekonomi, Amir menjelaskan bahwa pasar keuangan bekerja berdasarkan dua unsur utama, yaitu data dan persepsi.

Data mencakup pertumbuhan ekonomi, inflasi, cadangan devisa, utang negara, dan neraca perdagangan. Sementara persepsi dibentuk oleh ekspektasi investor terhadap masa depan.

“Kadang-kadang persepsi lebih kuat daripada data. Investor tidak membeli masa lalu, tetapi membeli masa depan. Jika mereka meragukan arah kebijakan ke depan, maka modal akan keluar meskipun kondisi saat ini masih relatif baik,” pungkas Amir.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Kemenkum Tegas Pertahankan Pembatalan Status Badan Hukum PLK

Selasa, 01 September 2026 | 16:28

Rebranding Dukcapil di Tarakan Tembus 1.387 Layanan Adminduk

Selasa, 01 September 2026 | 16:22

WNI Jadi Tentara Rusia Gegara Diiming-imingi Gaji Besar

Selasa, 01 September 2026 | 16:11

Pengamat Wanti-wanti BLU Batu Bara: Efisien Boleh, Pembangkit Jangan Terganggu

Selasa, 01 September 2026 | 15:53

UBakrie's Week 2026 Persiapkan 1.147 Mahasiswa Baru untuk Dunia Kampus dan Industri

Selasa, 01 September 2026 | 15:41

Bukan Cuma Cari Juara, Kemenag Bidik Kader Ulama dari MTQN XXXI

Selasa, 01 September 2026 | 15:39

DPR: Usut Tuntas Kematian Warga Pejompongan Korban Kerusuhan Demo

Selasa, 01 September 2026 | 15:34

Destry Resmi Pimpin BI, Perry Titip Pesan di Tengah Gejolak Global

Selasa, 01 September 2026 | 15:30

BNI Tawarkan Sukuk Ritel SR025 Lewat wondr, Imbal Hasil hingga 6,9 Persen

Selasa, 01 September 2026 | 15:25

Bawa Program "Klasterku Hidupku", BRI Ajak Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas

Selasa, 01 September 2026 | 15:24

Selengkapnya