Berita

Kepala Kantor Perwakilan BEI Jabar, Achmad Dirgantara. (Foto: RMOLJabar/Aldi Ferdian)

Nusantara

BEI Jabar Gencarkan Literasi Pasar Modal ke Kampus hingga SD

SENIN, 08 JUNI 2026 | 03:17 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Barat terus bergerak masif memperluas jangkauan edukasi keuangan. Guna menangkal pemahaman keliru sejak dini akibat arus informasi di media sosial, BEI Jabar kini menggencarkan literasi pasar modal mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD).

Langkah proaktif ini diambil untuk memberikan benteng edukasi sebelum masyarakat terlanjur terjun ke dunia investasi tanpa pemahaman yang matang. BEI Jabar memandang ketimpangan antara tingginya inklusi (akses) dengan rendahnya literasi (pemahaman) merupakan celah yang sangat rawan memicu kerugian finansial di masyarakat.

"Yang bahaya itu adalah ketika orang melakukan inklusi tanpa mengetahui atau terliterasi dulu, rawan ya. Sehingga kami banyak melakukan sosialisasi dan edukasi baik itu dari tingkat kampus, SMA, bahkan sempat kami ke SD dan SMP untuk mengenalkan informasi pasar modal yang benar," ujar Kepala Kantor Perwakilan BEI Jabar, Achmad Dirgantara, dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Minggu, 7 Juni 2026.


Urgensi mengenalkan pasar modal sejak usia dini dirasakan langsung oleh Achmad saat turun ke lapangan. Ia menemukan fakta bahwa meski maraknya influencer investasi di media sosial, namun masih ada para pelajar sekolah dasar dan menengah keliru dalam memahami terminologi investasi.

"Saya pernah masuk ke sekolah tanya, 'Ada yang tahu pasar modal?' Tahu, jawabnya apa? 'Kripto.' Nah, itu. Mereka belum tahu bahwa ada beberapa terminologi di investasi yang memang sangat mirip antara sektor pasar modal dengan yang lain," tutur Achmad.

Melalui edukasi mulai tingkat sekolah dasar hingga kampus ini, BEI Jabar ingin meluruskan bahwa instrumen pasar modal resmi seperti saham, reksa dana, atau obligasi memiliki regulasi dan koridor hukum yang berbeda dengan aset digital lainnya.

Di level pendidikan yang lebih tinggi, BEI Jabar memperkuat edukasi melalui optimalisasi jaringan Galeri Investasi (GI). Saat ini, tercatat sudah ada 69 Galeri Investasi yang tersebar di wilayah Jabar, baik yang berbasis di lingkungan universitas, Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), emiten, hingga instansi publik lainnya.

Khusus di lingkungan kampus, Galeri Investasi tidak sekadar berfungsi memasyarakatkan informasi, melainkan juga diadopsi sebagai laboratorium praktik teori kedinasan. Fasilitas ini disiapkan untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) profesional yang siap mengambil sertifikasi profesi pasar modal sejak bangku kuliah, seperti Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE) hingga Wakil Manajer Investasi (WMI).

Kerja keras BEI Jabar bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Self-Regulatory Organizations (SRO), dan pelaku pasar lainnya terbukti membuahkan hasil manis. Jabar kini kokoh menyumbang kontribusi hingga 20 persen terhadap pertumbuhan investor pasar modal di tingkat nasional.

Hingga saat ini, jumlah Single Investor Identification (SID) pasar modal di Jabar telah menembus angka 5,6 juta lebih. Sementara itu, untuk investor yang spesifik di instrumen saham, jumlahnya telah mencapai 1,9 juta SID dan diproyeksikan bakal menembus angka psikologis 2 juta investor dalam waktu dekat.


Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya