Ilustrasi. (Foto: Humas Telkom)
Manajemen PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mempersiapkan dana buyback mencapai Rp4 triliun yang diambil dari internal kas.
Telkom awalnya berencana menyisihkan buyback Rp1 triliun bulan lalu.
“Perseroan bertujuan untuk memperkuat keyakinan terhadap nilai jangka panjang dan prospek yang dimiliki perseroan,” dikutip dari keterbukaan informasi TLKM, Minggu, 7 Juni 2026.
Dengan rencana buyback tersebut, Telkom optimistis tidak mengganggu kegiatan usaha.
Rencana pembelian kembali saham itu akan berdampak pada penurunan aset dan ekuitas perseroan sebanyak-banyaknya Rp4 triliun.
Setelah pembelian kembali saham, total aset dan total ekuitas TLKM masing-masing sekitar Rp282,28 triliun dan Rp145,05 triliun, dengan earnings per share naik ke level Rp183,1.
Pembelian kembali saham akan dilakukan hingga 12 bulan sejak tanggal RUPS yang menyetujui agenda itu yang akan diselenggarakan pada Senin, 8 Juni 2026.
Manuver TLKM memperbesar porsi buyback itu terjadi seiring dengan pelemahan performa saham portofolio Danantara itu di papan bursa sampai penutupan perdagangan pada Kamis, 4 Juni 2026.
Saham TLKM merosot 16,67 persen ke level Rp2.900 per saham year-to-date seiring dengan koreksi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Indeks komposit melorot 32,46 persen sejak awal tahun.
Pejabat Sementara (PJS) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, otoritas pasar modal bersama regulator telah melakukan berbagai langkah yang sesuai dengan kewenangannya untuk mengembalikan kepercayaan investor terkait pelemahan IHSG belakangan.
"Ya, tentu kami bersama-sama melakukan segala upaya yang bisa kami lakukan, tadi saya sampaikan, untuk bisa memulihkan kepercayaan tersebut," kata Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta pada Kamis, Kamis, 4 Juni 2026.