Berita

Menu Makan bergizi gratis (MBG) yang disiapkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (Foto: Kantor Komunikasi Kepresidenan)

Politik

Garuda Institute Minta BGN Utamakan Kualitas daripada Kuantitas

MINGGU, 07 JUNI 2026 | 10:12 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Badan Gizi Nasional (BGN) diminta untuk memperbaiki kualitas pada Makan Bergizi Gratis (MBG), di tengah sorotan publik pasca penangkapan tiga pimpinan sebelumnya. 

Direktur Garuda Institute, Irvan Mahmud menilai, komitmen nakhoda baru BGN yang diampu Nanik Sudarti Deyang, harus melakukan pembenahan tata kelola MBG secara kualitatif.

"BGN juga mengarahkan kebijakan pada peningkatan kualitas layanan dibandingkan mengejar kuantitas penerima program," ujar Irvan kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Minggu, 7 Juni 2026.


Irvan menyambut baik langkah pembenahan yang dilakukan BGN setelah pergantian kepemimpinan dilakukan. 

Namun menurutnya, kebijakan Kepala MBG yang baru, Nanik S Deyang soal efisiensi, memerlukan komitmen kuat untuk memastikan Program MBG berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

“BGN sedang berbenah dan langkah ini harus kita dukung. Berbagai kritik dan masukan yang selama ini disampaikan publik mulai direspons dengan baik, misal upaya efisiensi anggaran tanpa mengurangi jumlah penerima manfaat” tuturnya.

Lebih lanjut, Irvan mendukung perbaikan kualitas pada program MBG ketimbang menaikan jumlah atau kuantitas penerima, misalkan soal efisiensi melalui pelibatan kantin sekolah untuk wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

"Kantin dapat sebagai mitra penyedia sudah tepat. Skema tersebut juga dapat dipertimbangkan untuk diterapkan di luar wilayah 3T yang belum memiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)," demikian Irvan menambahkan.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Pramono Klaim 96 Persen Warga Ingin CFD Rasuna Said Berlanjut

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:20

Garuda Institute Minta BGN Utamakan Kualitas daripada Kuantitas

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:12

Balas Serangan AS, Iran Gempur Pangkalan Bahrain dan Kuwait

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:58

Ditjenpas Benahi Overkapasitas dan Tingkatkan Keamanan Lapas

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:54

Paus Leo XIV Sebut Perang AS-Iran Tidak Adil

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:11

Bukan Sekadar Ganti Pejabat, Reshuffle Kabinet Harus Pulihkan Ekonomi

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:00

Bupati Pati Sudewo Ditahan di Rutan Semarang Jelang Sidang Dua Perkara

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:56

Suhud Alynudin Akan Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Senin Besok

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:27

Koperasi Didorong Masuk Ekosistem Industri Gula

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:02

Gus Salam Serap Aspirasi Nahdliyin Sulsel Jelang Muktamar NU

Minggu, 07 Juni 2026 | 07:52

Selengkapnya