Berita

Paus Leo XIV (Foto: Vatikan)

Global

Paus Leo XIV Sebut Perang AS-Iran Tidak Adil

MINGGU, 07 JUNI 2026 | 09:11 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Paus Leo XIV menegaskan bahwa perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran tidak dapat dikategorikan sebagai "perang yang adil" menurut ajaran Gereja Katolik. 

"Saya yakin hal itu sudah dinyatakan dengan jelas. Tidak ada perang yang adil di sana," tegasnya menanggapi pernyataan Wakil Presiden AS JD Vance yang pada April lalu menggunakan teori just war untuk membenarkan perang terhadap Iran, dikutip Minggu, 7 Juni 2026.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan sikap Vatikan yang semakin kritis terhadap konsep perang yang adil. 


Leo merujuk pada ensiklik terbarunya, Magnifica Humanitas (Magnificent Humanity), yang menyebut teori just warterlalu sering digunakan untuk membenarkan segala jenis perang dan sekarang sudah ketinggalan zaman.

Menurut Paus, konsep tersebut lahir pada masa ketika manusia belum mengenal daya hancur senjata modern seperti saat ini. 

"Masalahnya adalah teori perang yang adil berasal dari berabad-abad yang lalu ketika kita tidak dapat membayangkan senjata-senjata, kemampuan manusia untuk menghancurkan," ujarnya.

Dalam dokumen itu, Vatikan mendorong penyelesaian konflik melalui dialog, diplomasi, dan pengampunan, seraya mengecam penggunaan kekuatan militer yang sering kali menimbulkan dampak besar terhadap warga sipil.

Sejak perang pecah pada Februari lalu, Leo XIV berulang kali menyerukan perdamaian dan dialog. Selain menyoroti Iran, Paus juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap konflik Ukraina setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menolak bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

"Saya prihatin dengan Ukraina. Kita harus benar-benar berupaya untuk mengakhiri konflik dan perang serta menemukan solusi," pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya