Berita

Gedung Bank Indonesia. (Foto: RMOL/Alifia)

Politik

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

SABTU, 06 JUNI 2026 | 14:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah menilai komunikasi yang dilakukan Bank Indonesia (BI) kepada publik dan pelaku pasar terkait perkembangan nilai tukar Rupiah selama ini telah berjalan dengan baik. Meski demikian, kritik yang muncul di tengah tekanan terhadap Rupiah dinilai sebagai masukan konstruktif untuk memperbaiki koordinasi dan komunikasi ke depan.

Hal itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi saat menanggapi anggapan sebagian pelaku pasar yang menilai komunikasi BI belum cukup efektif dalam meredam kekhawatiran pasar ketika Rupiah mengalami pelemahan.

“Kalau menurut hemat kami, sebetulnya komunikasi sudah terus disampaikan kepada publik. Hanya memang dalam situasi seperti ini sering kali secara alamiah kita merasa masih ada yang kurang. Karena itu tidak menjadi masalah, justru harus kita jadikan masukan dan kritik yang konstruktif untuk diperbaiki bersama,” kata Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu 6 Juni 2026. 


Menurut Prasetyo, tidak ada kebijakan maupun institusi yang berjalan secara sempurna. Karena itu, pemerintah terbuka terhadap berbagai masukan yang bertujuan memperkuat stabilitas ekonomi nasional.

“Tidak ada sesuatu yang sempurna. Jadi kalau memang ada yang perlu diperbaiki, mari kita perbaiki bersama-sama. Ekonomi juga tidak bisa berdiri sendiri-sendiri,” ujarnya.

Prasetyo menegaskan bahwa menjaga stabilitas ekonomi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat.

“Apapun yang terjadi akan berdampak pada kita semua sebagai satu bangsa. Karena itu, setiap pihak dan setiap sektor harus terus menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya serta melakukan perbaikan jika masih ada kekurangan,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga stabilitas pasar keuangan dan iklim investasi nasional.

“Kita harus menjaganya bersama-sama. Termasuk di pasar modal, banyak pihak yang kami harapkan ikut berperan menjaga stabilitas,” katanya.

Lebih lanjut, Prasetyo menyinggung adanya praktik spekulatif yang dinilai dapat memperbesar tekanan terhadap nilai tukar Rupiah maupun pergerakan pasar saham.

“Kadang-kadang ada juga perilaku spekulatif yang tanpa disadari turut memberikan pengaruh terhadap nilai tukar rupiah maupun pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG),” pungkasnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Ketika Seekor Ayam Lebih Berharga dari Nyawa Seorang Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 00:21

Disoal Kader, Pergantian Pengurus AMPI Langgar Aturan Organisasi?

Senin, 27 Juli 2026 | 00:20

Inilah Skuad Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Senin, 27 Juli 2026 | 00:00

Program Pembangunan Prabowo Memperhatikan Aspek Keberlanjutan

Minggu, 26 Juli 2026 | 23:29

Gaza for Israel Jika Kita Tetap Diam

Minggu, 26 Juli 2026 | 23:20

‘API’ Jaringan Umat

Minggu, 26 Juli 2026 | 23:01

Pakar Hukum: Tersangka Korupsi Bisa Ditetapkan Meski Belum Diperiksa

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:45

Kaesang Pilih Dapil Neraka Lawan Puan, Kejar Legitimasi atau Sensasi?

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:37

Kapitra Ampera Labeli Febrie Adriansyah Maling Gede

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:14

ICW Dapat Bocoran Timses Prabowo-Gibran Sodok Posisi Gantikan Ketua Ombudsman RI

Minggu, 26 Juli 2026 | 21:50

Selengkapnya