Berita

Kepala Unit Pengelolaan Efek KSEI, A. M. Anggita Maharani. (Foto: RMOLJabar/Aldi Ferdian)

Nusantara

Investor Pasar Modal Jabar Didominasi Gen Z dan Milenial

SABTU, 06 JUNI 2026 | 06:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Jawa Barat kembali mencatatkan prestasi membanggakan di kancah pasar modal Indonesia. Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 29 Mei 2026, provinsi dengan populasi terbesar di Indonesia ini menjadi penyumbang jumlah investor pasar modal terbanyak se-Indonesia, dengan total mencapai 5,53 juta investor.

Angka ini menempatkan Jabar di posisi puncak dari 38 provinsi di Tanah Air. Menariknya, dominasi investor muda khususnya generasi Z dan milenial turut menjadi motor penggerak pertumbuhan tersebut.

Dari total investor di Jabar, Kota Bandung menduduki posisi keempat dengan jumlah 403.572 investor atau setara 7,30 persen. Sementara posisi pertama ditempati Kabupaten Bogor dengan 541.324 investor (9,79 persen).


Yang tak kalah menarik, profil investor di Bandung didominasi oleh kalangan muda. Data KSEI menunjukan, investor berusia di bawah 30 tahun dan rentang 31-40 tahun menyumbang 71,99 persen dari total investor di Kota Kembang.

"Investor pasar modal di Kota Bandung didominasi oleh investor muda berusia kurang dari 30 tahun dan 31-40 tahun dengan total 71,99 persen. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan investor muda di pasar modal Indonesia yang cukup signifikan, dengan peningkatan investor usia muda sebesar 79,14 persen sejak tahun 2025," ujar Kepala Unit Pengelolaan Efek KSEI, A. M. Anggita Maharani dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Sabtu, 6 Juni 2026.

Dari sisi profesi, karyawan (baik swasta, PNS, guru, maupun TNI/Polri) menyumbang 33,93 persen dari total investor di Bandung. Ini menunjukan bahwa literasi keuangan mulai merasuk ke berbagai lapisan masyarakat, termasuk kalangan pekerja muda yang melek teknologi.

Secara nasional, jumlah investor pasar modal Indonesia per akhir Mei 2026 telah mencapai 27,75 juta investor, meningkat 36 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini mencakup investor saham, surat utang, reksa dana, hingga surat berharga negara.

Untuk mengantisipasi lonjakan jumlah investor dan mendukung operasional harian, KSEI terus memperkuat infrastruktur digitalnya. Salah satunya melalui sistem The Central Depository and Book-Entry Settlement System (C-BEST) yang digunakan untuk pendaftaran efek, pembukaan rekening, distribusi aksi korporasi, dan penyelesaian transaksi.

Hingga Mei 2026, C-BEST mencatat total aset sebesar Rp7.989,55 triliun, dengan jumlah efek mencapai 3.712 jenis, naik 41,57 persen dari tahun sebelumnya.

Selain itu, KSEI juga mengembangkan Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu (S-INVEST) untuk administrasi reksa dana dan Tabungan Perumahan Rakyat (TAPERA). Per Mei 2026, aset kelolaan (AUM) di S-INVEST mencapai Rp988 triliun, naik 9 persen dari tahun 2025, dengan 1.962 produk reksa dana yang tersedia.

Sejalan dengan dominasi investor muda, KSEI juga menghadirkan sejumlah layanan digital yang memudahkan akses dan transparansi investasi, mulai dari SID (Single Investor Identification) yakni nomor identitas tunggal untuk setiap investor pasar modal.

Lalu SRE & IFUA yaitu rekening efek dan akun dana investasi yang terintegrasi untuk kemudahan transaksi. Kemudian AKSes.KSEI, fitur untuk memantau portofolio investasi secara daring dan real-time. Dan terakhir eASY.KSEI, patform penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) secara elektronik.

Tak berhenti di situ, KSEI juga meluncurkan CORES.KSEI, platform terpusat untuk digitalisasi data Know Your Customer (KYC). Dengan sistem ini, investor tidak perlu lagi mengunggah dokumen berulang kali saat membuka rekening di berbagai perusahaan efek.

Untuk transaksi reksa dana, KSEI menghadirkan K-CASH, aplikasi pengelolaan dana yang menggantikan virtual account dengan menggunakan IFUA. Investor bisa memantau posisi dana secara transparan selama proses transaksi berlangsung.

Melihat antusiasme investor muda, KSEI bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) menggencarkan kegiatan edukasi di Jabar. Rangkaian acara meliputi media gathering, pertemuan dengan pengurus Galeri Investasi, serta training for trainers untuk perusahaan efek.

"Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman terkini mengenai layanan KSEI, yang kemudian dapat diteruskan kepada mahasiswa dan masyarakat luas," kata Kepala Unit Edukasi Layanan Jasa Investor KSEI, Abdul Azis.


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Ketika Seekor Ayam Lebih Berharga dari Nyawa Seorang Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 00:21

Disoal Kader, Pergantian Pengurus AMPI Langgar Aturan Organisasi?

Senin, 27 Juli 2026 | 00:20

Inilah Skuad Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Senin, 27 Juli 2026 | 00:00

Program Pembangunan Prabowo Memperhatikan Aspek Keberlanjutan

Minggu, 26 Juli 2026 | 23:29

Gaza for Israel Jika Kita Tetap Diam

Minggu, 26 Juli 2026 | 23:20

‘API’ Jaringan Umat

Minggu, 26 Juli 2026 | 23:01

Pakar Hukum: Tersangka Korupsi Bisa Ditetapkan Meski Belum Diperiksa

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:45

Kaesang Pilih Dapil Neraka Lawan Puan, Kejar Legitimasi atau Sensasi?

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:37

Kapitra Ampera Labeli Febrie Adriansyah Maling Gede

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:14

ICW Dapat Bocoran Timses Prabowo-Gibran Sodok Posisi Gantikan Ketua Ombudsman RI

Minggu, 26 Juli 2026 | 21:50

Selengkapnya