Berita

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik, Stefanus Gusma. (Foto: Dokumentasi Pemuda Katolik)

Nusantara

Pancasila Harus jadi Navigasi AI dalam Sebarkan Nilai Kehidupan

SABTU, 06 JUNI 2026 | 05:08 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Nilai-nilai Pancasila bisa jadi navigasi AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan buatan di era sekarang.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, dalam acara diskusi publik bertema "Navigasi Masa Depan: Bernegara Era AI dengan kompas Pancasila dan prinsip Magnificia Humanitas" di kawasan Jakarta Pusat, Jumat, 5 Juni 2026.

Menurut Gusma, Magnifica Humanitas merupakan ensiklik pertama yang diterbitkan oleh Paus Leo XIV, yang kurang lebih membahas "melestarikan martabat manusia saat ini".


“AI adalah sarana yang memudahkan kehidupan manusia, Pancasila adalah navigasi yang ideal untuk dijadikan panduan etik dalam pemanfaatan AI di berbagai lini kehidupan masyarakat,” ujar Gusma.

Gusma juga menjelaskan bila kemajuan teknologi tidak boleh mengurangi semangat kemanusiaan, itu sebabnya perkembangan AI harus tetap diarahkan untuk agar mampu memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan gotong royong.

Dalam pemaparan terpisah, Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional Sabrang Mowo Damar Panuluh menilai bila AI merupakan teknologi yang memiliki karakter berbeda bila dibandingkan teknologi-teknologi sebelumnya. 

"Ini (AI) adalah teknologi yang naturenya berbeda dengan teknologi sebelumnya. Simbol kecerdasan AI membuat kita perlu berpikir ulang tentang apa itu entitas,” jelas Sabrang.

Lanjut Sabrang, yang jadi bahaya ketika teknologi AI berkembang tanpa kontrol. 

“Ketika AI menjadi sangat powerful untuk membuat keputusan, siapa yang mengontrol AI? Yang bahaya adalah ketika AI dikontrol oleh kapital. Kita tidak bisa membuat kapitalisme lebih besar dari Pancasila,” kata dia.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin mengapresiasi ensiklik Paus Leo XIV yang mengangkat isu kemanusiaan dalam perkembangan AI. 

“Saya mengapresiasi Paus karena tidak banyak organisasi tingkat internasional yang merespons kekhawatiran manusia tentang AI yang semakin mendrive hidup kita. Jangan sampai kemajuan AI mengurangi semangat membangun kemanusiaan dan semangat gotong royong. Kalau tidak dijaga betul-betul, ini bisa mendorong konflik sosial bahkan perang saudara,” jelas Nurul.

Lalu, Komisi Hak Asasi Manusia Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) RD Aloysius Budi Purnomo menilai terdapat titik temu yang kuat antara Ensiklik Magnifica Humanitas dan Pancasila, dimana keduanya sama-sama berangkat dari nilai ketuhanan sebagai dasar kehidupan manusia.

“Titik temu antara ensiklik ini dan Pancasila adalah semuanya berangkat dari nilai ketuhanan,” kata Romo Budi.


Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya