Berita

Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Prof. Arif Satria. (Foto: Tangkapan layar youtube)

Politik

ICMI: Makan Gratis dan Kopdes Tidak Sempurna

JUMAT, 05 JUNI 2026 | 22:41 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sejumlah program prioritas besutan Presiden Prabowo Subianto yang menyasar masyarakat akar rumput harus dikawal ketat agar mampu mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Begitu ditegaskan Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Prof. Arif Satria, dalam webinar bertajuk Road To Rembuk Ekonomi Nasional, Jumat malam, 5 Juni 2026.

Menurut Arif, transformasi ekonomi nasional saat ini wajib berjalan beriringan dengan transformasi sosial agar manfaat kue pertumbuhan dapat dirasakan merata oleh seluruh lapisan masyarakat bawah.


“Menyandingkan transformasi ekonomi dan transformasi sosial inilah yang perlu kita kawal terus, dan kita harus memberikan solusi,” tegas Arif Satria.

Rektor IPB University ini menilai, deretan program besutan Prabowo yang langsung menyentuh grassroots sebenarnya merupakan instrumen penting untuk menekan ketimpangan.

“Gagasan-gagasan Bapak Presiden terkait dengan program yang menyentuh banyak grassroots itu adalah bagian dari inklusivitas pertumbuhan,” tuturnya.

Kendati demikian, ICMI memberikan catatan kritis bahwa implementasi di lapangan masih jauh dari kata sempurna dan membutuhkan evaluasi total demi hasil yang optimal.

Arif menyoroti dua program andalan istana yang saat ini sedang bergulir masif, yakni program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

“Itu yang perlu dilakukan adalah penyempurnaan di lapangan. Hal-hal yang terus didorong bagaimana soal MBG, bagaimana Koperasi Merah Putih, dan sebagainya,” cetus Arif.

Ia mengingatkan, baik MBG maupun Kopdes Merah Putih merupakan bentuk intervensi sosial yang tidak bisa dilepaskan dari penguatan urat nadi ekonomi rakyat di desa-desa.

Intervensi ini dinilai krusial agar masyarakat lokal tidak sekadar menjadi penonton di tengah derasnya arus modal yang masuk ke dalam negeri.

“Kedua gagasan tersebut merupakan sebuah upaya sosial yang berdekatan terus dengan ekonomi untuk mengiringi investasi-investasi besar yang masuk,” demikian Arif.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Gol Dramatis Lautaro Martínez Bawa Argentina ke Final

Kamis, 16 Juli 2026 | 04:20

KPK Watch Dorong DPR Percepat Bahas RUU Perampasan Aset

Kamis, 16 Juli 2026 | 04:03

Klaster Asabri-Jiwasraya dari Suap, Gratifikasi, hingga Pencucian Uang

Kamis, 16 Juli 2026 | 03:30

Pecat Jaksa Agung ST Burhanuddin!

Kamis, 16 Juli 2026 | 03:08

Pemilu 2029 Inkonstitusional Jika UU Pemilu Tak Direvisi

Kamis, 16 Juli 2026 | 03:04

Gus Miftah Terima Uang Haram Rp100 Juta? Ah, Jangan Bercanda

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:40

Fahira Idris: Ancaman Bom Bukan Candaan!

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:08

Kasus Febrie Adriansyah Berpeluang Antiklimaks

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:00

Dominasi Agrinas di KDKMP Membahayakan Desa

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:00

Kejagung Bikin Dagelan Kasus Febrie Adriansyah

Kamis, 16 Juli 2026 | 01:18

Selengkapnya