Berita

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, dalam jumpa pers di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, di Jalan Pattimura, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 5 Juni 2026. (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)

Politik

Menteri PU Ungkap Progres Sekolah Rakyat Hampir 70 Persen

JUMAT, 05 JUNI 2026 | 22:25 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo mengumumkan progres pembangunan infrastruktur Sekolah Rakyat (SR) di berbagai wilayah Indonesia telah menunjukkan capaian signifikan.

Hingga pertengahan tahun ini, proyek yang diinisiasi untuk menyukseskan program pendidikan Presiden Prabowo Subianto tersebut rata-rata hampir menyentuh angka 70 persen.

“Sekolah Rakyat itu progres rata-rata untuk 93 lokasi sekitar hampir 70 persen,” ungkap Dody dalam jumpa pers di Kantor Kementerian PU, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 5 Juni 2026.


Dody menegaskan, jajarannya terus tancap gas di lapangan agar bangunan Sekolah Rakyat ini bisa segera memfasilitasi anak-anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang layak.

“Jadi per hari ini kita kejar. Rata-rata 1 sampai 2 persen, ada yang kita kejar sampai 3 persen (progresnya per hari), tergantung lokasi," jelasnya.

Bahkan untuk beberapa wilayah yang sempat tertinggal seperti Singkawang, Brebes, Dharmasraya, hingga Cilacap, Dody mengklaim perkembangannya kini sudah jauh membaik.

Kendati demikian, Dody tidak menampik adanya sejumlah batu sandungan teknis di lapangan. Menghadapi hal itu, kementeriannya intens melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

“Memang ada beberapa kendala. Tapi dengan BUMN Karya, saya sudah koordinasi hampir tiap hari dengan COO Danantara, Pak Doni,” beber Dody.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan kendala finansial yang dihadapi kontraktor di daerah bisa segera diintervensi dan dibantu agar tidak menghambat target penyelesaian proyek.

Dody juga mengungkapkan bahwa proyek ini sempat sedikit mengendur beberapa waktu lalu akibat momentum libur hari raya keagamaan.

"Kemarin agak sedikit melambat mungkin karena Idul Adha ya, jadi banyak pekerja yang pulang. Dan hari ini sepantasnya sudah kembali normal ya,” demikian Dody.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Protelindo Masuk BTEL, Kuasai 10,86 Persen Saham Bakrie Telecom

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:26

Prabowo ke NTT Hari Ini, Pastikan Penanganan Korban Gempa Berjalan Baik

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:17

Pengamat: Rekam Jejak Mumpuni Bikin KH Marsudi Syuhud Unggul di Bursa Ketum PBNU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:13

Presiden Prabowo Dijadwalkan Buka Muktamar ke-35 NU Besok

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:12

Emas Antam Merosot Rp18.000, Satu Gram Jadi Segini

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:03

DEEP Ingatkan Percepatan Pemilu Harus Punya Alasan Konstitusional

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:55

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:44

SHOW Token Dorong Transformasi Industri Hiburan Global lewat Teknologi AI dan Blockchain

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:21

Bursa Asia Variatif, Investor Pantau Pergerakan Timur Tengah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:06

THMP Bantah Pertemuan Jokowi-Relawan Bahas Pemilu 2029

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:03

Selengkapnya