Berita

Oknum anggota Brimob, Bripka Dedy Wiratama pelindung bandar narkoba (Kanan). (Foto: RMOL/Bonfilio Putra)

Hukum

Sisi Gelap Bripka Dedy: Anggota Brimob Alih Profesi jadi Pelindung Bandar Narkoba

JUMAT, 05 JUNI 2026 | 21:18 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Kelakuan oknum anggota Brimob, Bripka Dedy Wiratama benar-benar mencoreng korps baju cokelat. Bukannya memberantas kejahatan, ia justru nekat menjadi "sniper" alias pengawas bagi jaringan peredaran gelap narkoba di kawasan Samarinda Seberang, Kalimantan Timur.

Bripka Dedy diketahui bertugas mengamankan jalannya bisnis haram di Kampung Narkoba Gang Langgar, Kota Samarinda, agar luput dari endusan aparat penegak hukum.

Kanit III Subdirektorat IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kompol Drago mengungkapkan, peran Bripka Dedy sebagai "sniper" bertugas memantau pergerakan para pembeli di lokasi transaksi.


"Tugasnya adalah memberitahu atau mengawasi apabila ada konsumen yang gerak-geriknya mencurigakan, yang diduga anggota (polisi), sehingga bisa mengantisipasi penangkapan di daerah Gang Langgar tersebut," kata Drago di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 5 Juni 2026.

Hebatnya lagi, sistem pengamanan pengawasan di Gang Langgar tersebut dikelola secara rapi dan berlapis. Jaringan ini memanfaatkan alat komunikasi komersial jenis Handy Talky (HT) untuk saling terhubung.

Drago membeberkan, para pengawas dari jaringan ini ditempatkan secara menyebar mulai dari pintu masuk gang terdepan hingga titik utama transaksi narkoba.

"Jadi untuk 'sniper' itu memposisikan dirinya di dalam Gang Langgar dengan ada di beberapa titik. Masing-masing titik itu menggunakan alat komunikasi berupa HT," jelas Drago.

Melalui jaringan komunikasi HT berlapis inilah, oknum Brimob tersebut bersama komplotannya dengan mudah memberikan sinyal darurat jika mencium pergerakan aparat yang hendak melakukan penggerebekan.

"Jadi dari depan gang sampai dengan tempat transaksi narkoba itu, itu semua pegang Handy Talky," pungkas Drago.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya