Berita

Minyakita di sebuah ritel (Foto: RMOL/Reni Erina)

Politik

Kenaikan HET MinyaKita Jangan Bikin Rakyat Sengsara

JUMAT, 05 JUNI 2026 | 20:02 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Rencana pemerintah untuk menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat MinyaKita dalam waktu dekat dikritisi Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKS, Askweni. 

Ia mengingatkan agar setiap kebijakan penyesuaian harga benar-benar mempertimbangkan daya beli masyarakat dan tidak semakin membebani rakyat yang saat ini masih menghadapi berbagai tekanan ekonomi.

Menurut Askweni, MinyaKita sejak awal dirancang sebagai instrumen negara untuk menjaga keterjangkauan harga minyak goreng bagi masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah. Karena itu, setiap perubahan harga harus dilakukan secara hati-hati dan transparan.


“Pemerintah perlu memastikan bahwa rencana kenaikan HET MinyaKita benar-benar didasarkan pada perhitungan yang objektif dan terukur. Jangan sampai kebijakan ini justru menambah beban masyarakat yang selama ini mengandalkan MinyaKita sebagai pilihan minyak goreng yang terjangkau,” ujar Askweni, Jumat, 5 Juni 2026.

Ia memahami adanya dinamika harga bahan baku, termasuk kenaikan harga crude palm oil (CPO) dan faktor biaya produksi yang menjadi pertimbangan pemerintah. Namun demikian, menurutnya negara harus tetap menempatkan perlindungan terhadap konsumen sebagai prioritas utama.

“Kita memahami ada faktor keekonomian yang harus diperhatikan. Tetapi yang tidak kalah penting adalah memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap dapat dijangkau. Jangan sampai seluruh beban kenaikan biaya produksi akhirnya dialihkan kepada konsumen,” katanya.

Askweni juga meminta pemerintah membuka secara transparan dasar perhitungan yang digunakan dalam menentukan HET baru MinyaKita. Transparansi tersebut penting agar publik memahami alasan di balik kebijakan yang diambil dan dapat menilai apakah kenaikan tersebut memang diperlukan.

“Pemerintah perlu menjelaskan kepada masyarakat bagaimana perhitungan harga itu dilakukan. Transparansi penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan kebijakan yang diambil benar-benar proporsional,” ujarnya.

Selain persoalan harga, Askweni mengingatkan bahwa tantangan utama yang selama ini muncul bukan hanya terkait HET, tetapi juga distribusi dan pengawasan di lapangan. Ia menilai pemerintah harus memastikan MinyaKita tersedia secara merata dan tidak terjadi praktik penjualan di atas harga yang ditetapkan.

“Jangan sampai setelah HET dinaikkan, masyarakat masih kesulitan mendapatkan barangnya atau justru menemukan harga yang lebih tinggi lagi di pasar. Pengawasan distribusi harus diperkuat agar tujuan kebijakan tetap tercapai,” tegasnya.

Legislator PKS tersebut juga mendorong pemerintah untuk mengkaji berbagai alternatif sebelum memutuskan kenaikan harga, termasuk efisiensi rantai distribusi, penguatan pengawasan, dan evaluasi mekanisme subsidi maupun kewajiban pasokan domestik yang berkaitan dengan minyak goreng rakyat.

“Yang paling penting adalah bagaimana negara hadir menjaga keseimbangan antara keberlanjutan industri dan perlindungan konsumen. Jangan sampai rakyat menjadi pihak yang paling menanggung dampak dari setiap penyesuaian kebijakan,” katanya.

Askweni berharap keputusan yang nantinya diambil pemerintah benar-benar mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat secara menyeluruh, sehingga kebutuhan pokok tetap terjangkau dan daya beli rakyat dapat terjaga.



Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya