Berita

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama. (Foto: RMOL/Alifia Dwi R)

Politik

Dirjen Bea Cukai Buka Suara soal Dugaan Suap Rp2,95 Miliar: Ikuti Perkembangan Sidang Saja

JUMAT, 05 JUNI 2026 | 18:25 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama buka suara terkait kemunculan namanya dalam perkara dugaan suap yang melibatkan perusahaan Blueray Cargo dan Bea Cukai.

Ia memastikan akan menyerahkan seluruh proses kepada mekanisme hukum yang saat ini masih berjalan di pengadilan.

"Terkait dengan permasalahan (suap) importasi di Bea Cukai kita sama-sama ikuti perkembangan persidangan saja," kata Djaka dalam konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta pada Jumat, 5 Juni 2026.


Namun demikian, Djaka masih enggan memberikan penjelasan lebih jauh. 

Kehadiran Dirjen Bea Cukai itu sendiri menjadi yang pertama setelah beberapa kali sempat absen dalam konferensi pers APBN, terutama sejak namanya tersandung kasus suap.

Nama Djaka sebelumnya mencuat dalam persidangan kasus dugaan suap praktik pengondisian jalur impor yang menyeret pimpinan Blueray Cargo, John Field, sebagai terdakwa.

Dalam perkara ini, John Field didakwa memberikan suap kepada sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebesar Rp61,3 miliar serta fasilitas hiburan dan barang mewah senilai Rp1,845 miliar agar proses pengeluaran barang impor perusahaannya dipermudah.

Sebelumnya dalam sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengungkap adanya pertemuan antara sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan para pengusaha kargo di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, pada Juli 2025.

Dalam dakwaan yang dibacakan jaksa, Djaka disebut hadir bersama sejumlah pejabat Bea Cukai lainnya, termasuk Rizal, Sisprian Subiaksono, dan Orlando Hamonangan Sianipar.

"Pada bulan Juli 2025, bertempat di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng Selatan Nomor 1, Pasar Baru, Sawah Besar Jakarta Pusat, dilakukan pertemuan antara pejabat-pejabat di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai antara lain Djaka Budi Utama, Rizal, Sisprian Subiaksono, dan Orlando Hamonangan Sianipar," tegas Jaksa Penuntut Umum saat membacakan surat dakwaan Rabu 6 Mei 2026.

Tak hanya itu, nama Djaka kembali muncul dalam sidang lanjutan yang digelar pada 20 Mei 2026. Dalam persidangan tersebut, jaksa membeberkan dugaan aliran dana suap sebesar 213.600 Dolar Singapura atau sekitar Rp2,95 miliar yang disebut dikemas dalam amplop berkode "1 DIR".

JPU menyatakan kode tersebut merujuk kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai. Dugaan itu, menurut jaksa, diperkuat dengan sejumlah alat bukti yang telah dikumpulkan penyidik.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Ini Alasan Nusron Wahid Tak Nongol di DPR Usai Anak Buah Dicokok KPK

Rabu, 16 September 2026 | 16:28

Prabowo Sampaikan Duka Cita atas Kecelakaan KM Virgo Transport 8

Rabu, 16 September 2026 | 16:17

Panja RUU Pemilu Dipastikan Dibentuk Tahun Ini

Rabu, 16 September 2026 | 16:15

Perlu Diusut Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Muara Baru

Rabu, 16 September 2026 | 16:11

PT 5 Persen Bikin Partai Nonparlemen Makin Berat ke Senayan

Rabu, 16 September 2026 | 16:10

Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai, Danantara Diminta Ikut Bantu

Rabu, 16 September 2026 | 16:09

Bapemperda DPRD DKI Dorong Penguatan Perlindungan Anak di Ruang Digital

Rabu, 16 September 2026 | 16:00

OPM Bunuh Sopir Angkutan Masyarakat, Mobil Dibakar

Rabu, 16 September 2026 | 15:47

Kolaborasi Lintas Lembaga Terus Diperkuat Meski Karhutla Menurun

Rabu, 16 September 2026 | 15:44

KPK Periksa 3 ASN BPK terkait Dugaan Suap Pengubahan Audit Pemkab Muara Enim

Rabu, 16 September 2026 | 15:32

Selengkapnya