Berita

Seorang pelaut AS berjaga di atas USS McFaul (DDG 74) (Foto: CENTCOM)

Dunia

AS Buka Jalur untuk 36 Kapal Bantuan Kemanusiaan di Selat Hormuz

JUMAT, 05 JUNI 2026 | 15:33 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan telah mengizinkan 36 kapal bantuan kemanusiaan untuk melintasi Selat Hormuz.

Kebijakan itu terjadi di tengah berlanjutnya blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan mandeknya negosiasi antara Washington dan Teheran.

Dalam pernyataannya, CENTCOM menyebut operasi blokade yang dilakukan Angkatan Laut AS telah mengalihkan rute 127 kapal komersial serta melumpuhkan enam kapal yang dinilai tidak mematuhi aturan yang diberlakukan selama operasi berlangsung.


"Hingga 4 Juni, pasukan AS telah mengalihkan 127 kapal komersial, menonaktifkan 6 kapal yang tidak patuh, dan mengizinkan 36 kapal yang mendukung bantuan kemanusiaan untuk lewat," tulis CENTCOM di platform X, dikutip Jumat, 5 Juni 2026.

Situasi di perairan strategis tersebut masih diwarnai ketegangan setelah serangkaian perundingan rapuh antara Amerika Serikat dan Iran terkait pembukaan kembali jalur pelayaran Selat Hormuz beberapa kali mengalami kebuntuan. 

Menurut laporan yang beredar, Teheran disebut mengenakan biaya hingga 2 juta dolar AS untuk menjamin keselamatan kapal yang melintas di selat tersebut. 

Di sisi lain, Amerika Serikat menerapkan embargo laut yang membuat sejumlah kapal pengangkut ekspor minyak Iran dipaksa berbalik arah.

Berdasarkan data perusahaan pelacak maritim Kpler, sedikitnya empat kapal tanker berbendera Iran berhasil melintasi Selat Hormuz. 

Keempat kapal tersebut adalah Hilda I, Amber, Silvia 1, dan Happiness I.

Kpler menyatakan kapal-kapal itu membawa total sekitar 7 juta barel minyak yang dimuat dari Pulau Kharg pada pertengahan April. 

Laporan tersebut menunjukkan aktivitas ekspor minyak Iran masih berlangsung meski tekanan dan pembatasan di kawasan Teluk terus meningkat.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

UPDATE

Donald Trump Buka Peluang Bertemu Mojtaba Khamenei

Jumat, 05 Juni 2026 | 08:19

Dolar AS Melemah dari Level Tertinggi Imbas Prospek Damai Timur Tengah

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:52

Emas dan Perak Menguat Jelang Rilis Data Tenaga Kerja AS

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:40

BEI Bidik Dana Besar dari Dalam dan Luar Negeri demi Topang IHSG

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:17

Bursa Eropa Hijau, Saham Bank dan Airbus Pimpin Reli

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:06

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Kenaikan Bahan Baku Berimbas terhadap Industri Makanan dan Minuman

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:54

Artis Fabiola Gabung Sindikat Penipuan Online

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:43

Hantu Kurs Dolar

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:28

Inflasi Kehormatan Letkol Teddy Indra Wijaya

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:08

Selengkapnya