Berita

Agustin Lumban Gaol (Foto: Istimewa)

Politik

Pergantian Pimpinan BGN Jadi Momentum Pembenahan Total Program MBG

JUMAT, 05 JUNI 2026 | 14:59 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Relawan Prabowo Mania 08 (PM 08) menilai Naniek Sudaryati Deyang merupakan figur yang tepat untuk memimpin Badan Gizi Nasional (BGN) dan membenahi berbagai kendala dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Atas dasar rekam jejak dan kapasitas kepemimpinannya, PM 08 mendukung penuh keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menunjuk Naniek sebagai Kepala BGN yang baru.

Sekretaris Jenderal PM 08, Agustin Lumban Gaol, menegaskan bahwa pencopotan kepala BGN sebelumnya menunjukkan Presiden Prabowo mengedepankan kinerja dan hasil kerja, bukan pertimbangan politik maupun kedekatan personal.


"Penunjukan Ibu Naniek S. Deyang sangat tepat. Ini menjadi sinyal kuat bahwa pelaksanaan Program MBG harus dievaluasi secara menyeluruh demi menyelamatkan masa depan gizi anak bangsa," ujar Agustin kepada media di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Menurut Agustin, pengalaman Naniek saat menjabat sebagai Wakil Kepala BGN membuktikan kapasitas kepemimpinannya yang tegas, responsif, dan tidak mentoleransi maladministrasi. Ia dikenal aktif turun langsung ke lapangan untuk memverifikasi laporan masyarakat.

Dari sejumlah inspeksi mendadak yang dilakukan, ditemukan beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur mandiri yang tidak memenuhi standar operasional BGN.

"Ibu Naniek tidak ragu memberikan peringatan keras hingga menghentikan sementara operasional dapur mandiri yang melanggar aturan dan berada di bawah standar. Langkah berani ini perlu mendapat dukungan bersama," tegasnya.

PM 08 mengakui Program MBG dalam beberapa waktu terakhir menghadapi berbagai sorotan, mulai dari kasus keracunan makanan, kualitas menu yang dinilai kurang baik, dugaan jual-beli kuota titik dapur, hingga indikasi penggelembungan anggaran pengadaan perlengkapan.

Meski demikian, Agustin menilai kritik publik merupakan hal yang wajar. Namun, ia menyayangkan munculnya narasi yang tidak didukung data dan cenderung menggiring opini bahwa program tersebut gagal atau hanya menjadi ladang korupsi baru.

"Momentum pergantian kepemimpinan ini harus menjadi titik bersih-bersih. Ke depan tidak boleh ada lagi pejabat di lingkungan BGN yang terjerat kasus korupsi. Kami ingin program mulia ini bersih dari hulu hingga hilir," katanya.

Selain itu, PM 08 juga menyoroti ketimpangan pembangunan dapur MBG di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) yang dinilai masih tertinggal dibandingkan daerah perkotaan. Padahal, kawasan 3T merupakan wilayah dengan risiko stunting dan gizi buruk yang lebih tinggi.

Karena itu, PM 08 mengapresiasi arah kebijakan baru BGN di bawah kepemimpinan Naniek yang menggeser fokus dari sekadar mengejar jumlah penerima manfaat menjadi peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan.

Strategi tersebut meliputi:

Pertama, moratorium dan audit, yakni penghentian sementara pembangunan dapur baru untuk membenahi dan menstandardisasi dapur yang telah beroperasi.

Kedua, validasi data melalui penataan ulang data penerima manfaat agar bantuan lebih tepat sasaran.

Ketiga, akselerasi wilayah 3T dengan memprioritaskan distribusi gizi ke daerah terluar melalui skema anggaran yang efisien dan minim kebocoran.

"Fokus pada kualitas layanan dan tata kelola yang bersih jauh lebih penting daripada sekadar mengejar angka serapan. Program ini harus sehat secara manajemen agar manfaatnya benar-benar dirasakan anak-anak Indonesia," ujar Agustin.

Menutup pernyataannya, Agustin optimistis kepemimpinan baru BGN mampu mewujudkan visi besar Presiden Prabowo untuk memutus rantai stunting dan mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas.

"Anak-anak yang memperoleh gizi yang baik sejak dini akan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan memiliki rasa kebangsaan yang kuat. Mereka akan memahami bahwa negara hadir untuk mereka, dan di tangan merekalah masa depan Indonesia akan dijaga," pungkasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Negeri Para Bocil

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:14

DPR Tidak Boleh Hadapi Pendemo dengan Pendekatan Keamanan

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:02

Tak Benar Yayasan Syarif Hidayatullah Berkonflik dengan UIN Jakarta

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:45

Desil DTSEN Tak Boleh Merugikan Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:34

Beban Kesehatan Karhutla Tembus Rp120 Triliun

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:22

Pejabat Jangan Merasa Sok Tahu Persoalan Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:12

Jokowi seperti Gelisah dengan Pernyataan Budi Arie

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:28

Dinas Perumahan Harus Bergerak Cepat Tuntaskan Masalah Warga Taman Rasuna

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:16

Naik Motor dari Indramayu, Konten Kreator Ini Semangat Ikut Demo di DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:00

Polri Kumpulkan Donasi Rp12,6 Miliar untuk NTT

Kamis, 27 Agustus 2026 | 03:46

Selengkapnya