Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

APBN Defisit Rp180,4 Triliun hingga Akhir Mei 2026

JUMAT, 05 JUNI 2026 | 14:40 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencatat defisit sebesar Rp180,4 triliun atau setara 0,70 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hingga akhir Mei 2026.

Defisit tersebut meningkat sekitar Rp16 triliun dibandingkan posisi akhir April 2026 yang tercatat sebesar Rp164,4 triliun atau 0,64 persen dari PDB.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam konferensi pers APBN KiTa, Jumat (5/6/2026), menjelaskan realisasi belanja negara hingga Mei 2026 mencapai Rp1.365,4 triliun atau 35,5 persen dari target APBN sebesar Rp3.842,7 triliun.


Di sisi lain, pendapatan negara tercatat mencapai Rp1.185 triliun, meningkat 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dengan perkembangan tersebut, defisit APBN hingga akhir Mei mendekati 1 persen dari PDB.

Purbaya menyebut kinerja pendapatan negara ditopang oleh pertumbuhan penerimaan perpajakan yang mencapai Rp958,2 triliun atau naik 18,9 persen secara tahunan. Rinciannya, penerimaan pajak tumbuh 22,1 persen menjadi Rp834,4 triliun, sementara penerimaan kepabeanan dan cukai naik 0,7 persen menjadi Rp123,8 triliun.

Sementara itu, pendapatan negara dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp226,4 triliun atau meningkat 19,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun penerimaan hibah tercatat sebesar Rp400 miliar, naik 1,6 persen secara tahunan.

Meski APBN masih mengalami defisit, keseimbangan primer tercatat surplus sebesar Rp58,6 triliun. Menurut Purbaya, kondisi tersebut menunjukkan kualitas fiskal yang lebih baik dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.

“Keseimbangan primer sekarang mencapai Rp58,6 triliun dan sudah kembali positif. Artinya, anggaran kita saat ini lebih berkesinambungan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya,” ujar Purbaya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

UPDATE

Donald Trump Buka Peluang Bertemu Mojtaba Khamenei

Jumat, 05 Juni 2026 | 08:19

Dolar AS Melemah dari Level Tertinggi Imbas Prospek Damai Timur Tengah

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:52

Emas dan Perak Menguat Jelang Rilis Data Tenaga Kerja AS

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:40

BEI Bidik Dana Besar dari Dalam dan Luar Negeri demi Topang IHSG

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:17

Bursa Eropa Hijau, Saham Bank dan Airbus Pimpin Reli

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:06

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Kenaikan Bahan Baku Berimbas terhadap Industri Makanan dan Minuman

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:54

Artis Fabiola Gabung Sindikat Penipuan Online

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:43

Hantu Kurs Dolar

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:28

Inflasi Kehormatan Letkol Teddy Indra Wijaya

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:08

Selengkapnya