Berita

Ilustrasi

Nusantara

Sebulan Belum Tertangkap, Rusa Timor Lepas dari Penangkaran di Tuban

LAPORAN: ADIRIN*
JUMAT, 05 JUNI 2026 | 13:05 WIB

Tiga ekor rusa Timor dilaporkan lepas dari area penangkaran yang berada di lingkungan Fuel Terminal (FT) Tuban milik PT Pertamina Patra Niaga di Jalan Tuban–Semarang Km 11, Desa Remen, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Hewan yang termasuk satwa dilindungi tersebut diketahui kabur dari kandang konservasi sekitar sebulan lalu. Hingga kini, satu dilaporkan mati keracunan dan dua ekor rusa masih belum berhasil ditemukan.

Keberadaan rusa yang berkeliaran di luar area penangkaran itu dikeluhkan warga dan petani di sekitar lokasi perusahaan. Pasalnya, sejumlah tanaman pertanian, terutama jagung dan bawang merah, mengalami kerusakan akibat dimakan satwa tersebut.


Kepala Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Damuri, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, laporan terkait rusa yang lepas telah diterima pihak desa sejak hampir satu bulan terakhir.

“Sudah satu bulan yang lalu sampai saat ini,” ungkap Damuri dikutip Jumat 5 Juni 2026.

Ia mengaku para petani merasa dirugikan karena tanaman yang baru tumbuh menjadi sasaran rusa-rusa tersebut.

“Kasihan petani, rusa itu suka makan tanaman jagung. Jagung yang baru tumbuh juga dimakan,” ungkapnya.

Selain merusak tanaman, satu dari tiga rusa yang lepas dikabarkan mati. Satwa tersebut diduga keracunan setelah meminum air yang tercampur pupuk urea di area pertanian warga.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus PT Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, membenarkan adanya tiga ekor rusa yang lepas dari area penangkaran.

“Terkait informasi tersebut, benar terdapat tiga ekor rusa yang lepas sejak sekitar tiga minggu lalu. Rusa tersebut keluar melalui celah pagar yang terbentuk akibat adanya penurunan tanah di sekitar area pagar,” jelas Ahad.

Menurutnya, Fuel Terminal Tuban telah berkoordinasi secara intensif dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur untuk melakukan pencarian dan penanganan terhadap satwa yang lepas.

Sejak kejadian itu dilaporkan, Ahad menambahkan bahwa FT Tuban juga telah meminta arahan dari Kantor Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II BBKSDA Bojonegoro serta melakukan pemantauan di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi persembunyian rusa.

Selain itu, tim FT Tuban turut mendatangkan dokter hewan dan zoo keeper dari Maharani Zoo Lamongan guna membantu proses survei dan penangkapan menggunakan jaring maupun senapan bius yang aman bagi satwa.

“Tim FT Tuban juga mendatangkan dokter hewan dan zoo keeper dari Maharani Zoo Lamongan untuk melakukan survei dan penangkapan menggunakan jaring serta senapan bius yang aman untuk rusa,” pungkasnya.

*Kontributor Blora

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya