Berita

Pemerintah Amerika Serikat larang warganya bepergian ke sejumlah negara Timur Tengah (Foto: Unggahan akun X @TravelGov)

Dunia

AS Keluarkan Peringatan Darurat untuk Warganya di Timur Tengah

JUMAT, 05 JUNI 2026 | 09:42 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengingatkan warganya yang berada di kawasan Timur Tengah untuk tetap berhati-hati di tengah tingginya ketegangan yang masih berlangsung di wilayah tersebut. 

Dalam pernyataannya yang diunggah di akun X @TravelGov, Departemen Luar Negeri AS meminta warga negaranya untuk terus memantau perkembangan terbaru dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi risiko yang dapat muncul sewaktu-waktu.

"Karena tingginya ketegangan di kawasan, lingkungan keamanan tetap kompleks dan dapat berubah dengan cepat. Kami mengingatkan warga negara AS di Timur Tengah untuk terus berhati-hati dan memantau berita terkait perkembangan terbaru," menurut pernyataan tersebut, dikutip Jumat, 5 Juni 2026.


AS juga mempertahankan status peringatan perjalanan Level 3 atau Reconsider Travel (pertimbangkan kembali perjalanan) untuk sejumlah negara di Timur Tengah. Negara-negara tersebut meliputi Bahrain, Israel, Tepi Barat (West Bank), Yordania, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Status Level 3 diberikan kepada negara yang dinilai memiliki risiko keamanan lebih tinggi sehingga warga AS disarankan untuk mempertimbangkan kembali rencana perjalanannya.

Sementara itu, Iran, Irak, Lebanon, Suriah, Gaza, dan Yaman masih berada pada peringatan perjalanan Level 4 atau Do Not Travel (jangan bepergian). Status ini merupakan tingkat peringatan tertinggi yang dikeluarkan pemerintah AS dan biasanya diberikan kepada wilayah yang menghadapi konflik, ancaman terorisme, atau risiko keamanan serius lainnya.

Pemerintah AS menegaskan bahwa warganya harus tetap waspada dan mengikuti perkembangan situasi secara berkala mengingat kondisi keamanan di Timur Tengah masih berpotensi berubah sewaktu-waktu.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Febrie Adriansyah Resmi Ajukan Gugatan Praperadilan ke PN Jaksel

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:27

Menko Polkam: Aktivitas Masyarakat Tetap Normal, Pasar dan Mal Ramai

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:26

Gelombang Reshuffle Berlanjut, Zelensky Pecat Dubes Ukraina untuk AS

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:22

Harga Garam Brebes Anjlok saat Panen Raya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:16

Kelakuan SPPG di Ketapang: Rumah Wartawan Dikepung, Istrinya Diintimidasi

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:02

Situasi di Dalam Negeri Sangat-sangat Mantap

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:52

Laba Tergerus, Saham Lufthansa Anjlok 8 Persen

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:51

Kepemilikan Aset Tak Wajar Jadi Indikator Awal Pencucian Uang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:40

Api Membakar Lahan, Seorang Ayah Tak Pernah Pulang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:31

Koperasi Merah Putih Dinilai Jadi Penentu Implementasi Pasal 33 UUD 1945

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya