Berita

Presiden AS Donald Trump (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube White House)

Dunia

Donald Trump Buka Peluang Bertemu Mojtaba Khamenei

JUMAT, 05 JUNI 2026 | 08:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bersedia bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, jika kedua negara berhasil mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama empat bulan.

Pernyataan itu disampaikan Trump di Gedung Putih pada Kamis, 4 Juni 2026, waktu AS. Saat ditanya kemungkinan bertemu langsung dengan pemimpin Iran, Trump menjawab bahwa hal tersebut bisa terjadi apabila proses negosiasi menghasilkan kesepakatan damai.

“Jika kita mencapai kesepakatan, ada kemungkinan saya akan bertemu. Saya tidak keberatan,” kata Trump.


Mojtaba Khamenei menjadi Pemimpin Tertinggi Iran setelah ayahnya, Ali Khamenei, tewas pada hari pertama pecahnya perang. Meski serangan AS dan Israel juga menewaskan sejumlah anggota keluarganya, Trump berharap Khamenei tetap bersikap profesional dalam proses perundingan. 

“Di beberapa kalangan, dia sebenarnya memiliki reputasi yang sangat baik,” ujar Trump.

Upaya diplomasi untuk mengakhiri perang masih menghadapi berbagai hambatan. Konflik yang kini berada dalam gencatan senjata yang rapuh telah mengguncang pasar global, terutama sektor energi. Iran sejak awal perang membatasi aktivitas di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Washington menuntut Teheran memberikan jaminan bahwa negara tersebut tidak akan mengembangkan senjata nuklir serta membuka kembali Selat Hormuz. Di sisi lain, Iran meminta penghentian seluruh aksi militer dan pencabutan blokade laut yang diberlakukan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Sinyal dari kedua pihak juga masih berubah-ubah. Media pemerintah Iran sebelumnya melaporkan bahwa negosiasi dengan AS akan dihentikan dan Selat Hormuz akan ditutup. Namun sehari kemudian, Trump mengklaim Iran telah menyetujui untuk tidak memiliki senjata nuklir.

Meski belum ada kesepakatan final, pernyataan Trump yang membuka peluang pertemuan langsung dengan pemimpin tertinggi Iran menjadi sinyal bahwa jalur diplomasi masih terbuka di tengah ketegangan yang belum sepenuhnya mereda.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Selain Anak Buah Nusron, KPK Benarkan Tangkap Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 00:25

Laut Bukan Tempat untuk Mati

Selasa, 15 September 2026 | 00:01

APKARINDO Perjuangkan Ksejahteraan Petani hingga Kejayaan Karet Rakyat

Senin, 14 September 2026 | 23:42

Anak Buah Nusron Kena OTT KPK Terkait Pengurusan HGB Summarecon

Senin, 14 September 2026 | 23:22

DPR Soroti Usia Kapal dan Kepatuhan Aturan Impor dalam Tragedi Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 23:02

Pemerintah Bahu Membahu Cegah Karhutla Masuk Zona Inti IKN

Senin, 14 September 2026 | 23:01

Pemilik Laundry Sukses Kembangkan Usaha dari Mekaar jadi BRILink Agen

Senin, 14 September 2026 | 22:38

OTT KPK Makin Mengerucut, Fahd A Rafiq hingga Bos Summarecon Dikabarkan Terjaring

Senin, 14 September 2026 | 22:37

Ketua KPK Benarkan OTT Pejabat ATR/BPN, Daftar Nama Belum Diungkap

Senin, 14 September 2026 | 21:59

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Selengkapnya