Berita

Gedung Bank Indonesia (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

Rupiah Terpuruk ke Rp18.000 per Dolar AS, BI Salahkan Eskalasi Konflik Timteng

KAMIS, 04 JUNI 2026 | 19:33 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bank Indonesia (BI) menilai pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS yang sudah tembus di level psikologis Rp18.000 masih dipengaruhi tekanan eksternal, terutama memanasnya kembali tensi geopolitik di Timur Tengah (Timteng).

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, mengatakan eskalasi konflik di kawasan tersebut telah menghambat prospek perdamaian global dan mendorong tingginya harga minyak dunia.

“Pelemahan nilai tukar masih dipengaruhi oleh tensi geopolitik Timur Tengah yang kembali tereskalasi dan menghambat prospek damai, sehingga mendorong harga minyak tetap tinggi dan meningkatkan risiko inflasi global serta arus dana keluar dari negara emerging,” kata Destry dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.


Selain faktor eksternal, Destry mengungkapkan kebutuhan valuta asing (valas) di dalam negeri juga masih cukup tinggi, sejalan dengan pola repatriasi dividen perusahaan serta pembayaran utang luar negeri (ULN).

Meski demikian, BI memastikan akan terus hadir di pasar untuk menjaga stabilitas Rupiah melalui berbagai instrumen kebijakan.

“Bank Indonesia akan terus hadir di pasar dan meningkatkan intensitas intervensi untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar Rupiah terjaga sesuai dengan fundamentalnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Destry menyebut pihaknya juga memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter agar tetap menarik bagi investor untuk menempatkan dana pada aset domestik.

Adapun intervensi yang dilakukan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

“Koordinasi dan komunikasi dengan korporasi dan pelaku pasar lainnya juga terus dilakukan secara intensif,”tegasnya.

Selain itu, BI terus mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral melalui skema Local Currency Transaction (LCT) untuk mengurangi ketergantungan terhadap Dolar AS sekaligus memitigasi risiko volatilitas nilai tukar.

“Kerja sama tersebut telah terjalin dengan Tiongkok, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab,” sambungnya.

Menurutnya, diversifikasi transaksi perdagangan melalui skema LCT ini terus mengalami peningkatan dan pada April 2026 mencapai sekitar 22,7 miliar Dolar AS, mendekati total transaksi sepanjang tahun lalu yang sebesar 25,7 miliar Dolar AS.

Secara keseluruhan, BI menilai pelemahan Rupiah masih sejalan dengan mata uang negara-negara di kawasan. Hingga saat ini, Rupiah tercatat melemah sekitar 7,44 persen secara year-to-date (YTD).

Di tengah tekanan tersebut, cadangan devisa Indonesia juga disebut masih terjaga pada level 146,2 miliar Dolar AS per akhir April 2026. 

Untuk diketahui, Rupiah ditutup melemah 82 poin atau 0,46 persen ke Rp18.049 per Dolar AS sore ini. Penutupan ini menjadi yang terlemah sepanjang sejarah RI.


Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Jawapos TV Tumbang, Televisi dan Radio Daerah Berguguran

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:24

UPDATE

Nicko Widjaja: Investasi ke TaniHub Bukan Kehendak Pribadi

Kamis, 04 Juni 2026 | 22:07

Bos BEI Minta Investor Tidak Panik saat IHSG Anjlok

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:57

Di Tengah Gejolak Global, Investor AS Tetap Lirik Peluang di Bali

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:56

Pimpinan Baru BGN Fokus Optimalkan MBG ke Daerah 3T

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:36

Istana Beri Sinyal Said Iqbal Bakal Masuk Kabinet

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:29

Kejagung: Dapur MBG Afiliasi Dadan Cs Tetap Jalan

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:22

Legislator PDIP Dorong Kejelasan Skala Prioritas Kurikulum Nasional

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:19

Sinergi Polda Sumsel, PTPN IV Optimalkan Sistem Pengamanan Aset Perkebunan

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:19

Kepala dan Dua Wakil BGN Baru Dilantik Senin Besok

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:17

Sesuai Survei, Kinerja Pertamina Berhasil Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:13

Selengkapnya