Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Tarif Listrik PLN Juni 2026 Tidak Naik, Cek Rincian Harga per kWh di Sini

KAMIS, 04 JUNI 2026 | 17:42 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Memasuki bulan Juni 2026, pemerintah membawa kabar baik bagi seluruh pelanggan PT PLN (Persero).

Tarif tenaga listrik untuk periode triwulan II tahun 2026 dipastikan tidak mengalami perubahan, baik untuk pelanggan golongan subsidi maupun non-subsidi.

Keputusan menahan harga ini diambil sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi daya beli masyarakat di tengah dinamika ketidakpastian global.


Secara regulasi, tarif listrik bagi pelanggan non-subsidi sejatinya selalu dievaluasi setiap tiga bulan sekali melalui mekanisme penyesuaian tarif.

Perhitungan ini sangat bergantung pada empat indikator ekonomi makro, yakni nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, Indonesian Crude Price (ICP), tingkat inflasi, dan Harga Batubara Acuan (HBA).

Walaupun hasil perhitungan parameter ekonomi dari November 2025 hingga Januari 2026 membuka peluang adanya perubahan angka, pemerintah memilih untuk mempertahankan tarif yang ada.

Bagi Anda yang ingin mengalkulasi pengeluaran bulanan, berikut adalah rincian tarif listrik pelanggan rumah tangga non-subsidi yang berlaku sepanjang Juni 2026.

Golongan 900 VA: Rp1.352 per kWh

Golongan 1.300 VA dan 2.200 VA: Rp1.444,70 per kWh

Golongan 3.500 VA hingga 6.600 VA ke atas: Rp1.699,53 per kWh

Sementara itu, bagi masyarakat yang masuk dalam kategori pelanggan subsidi, tarif yang dibebankan tetap jauh lebih ringan. Golongan 450 VA hanya dikenakan tarif Rp415 per kWh, sedangkan daya 900 VA bersubsidi dipatok pada Rp605 per kWh.

Di sektor lain, pelaku bisnis golongan B-2/TR dikenakan tarif sebesar Rp1.444,70 per kWh.

Adapun instansi pemerintah dan fasilitas penerangan jalan umum (P-1/TR dan P-3/TR) dipatok pada angka Rp1.699,53 per kWh.

Dengan kebijakan penahanan harga listrik ini, masyarakat setidaknya bisa bernapas lega karena tidak perlu menghadapi ancaman pembengkakan biaya tagihan listrik dalam waktu dekat.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya