Berita

Komisaris Pertamina, Nanik S Deyang. (Foto: Dok. Pertamina)

Bisnis

Komisaris Pertamina Apresiasi Program TJSL Uma Palak Lestari

KAMIS, 04 JUNI 2026 | 16:52 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Langkah nyata PT Pertamina (Persero) dalam mendorong kemandirian masyarakat lewat program Desa Energi Berdikari (DEB) menuai apresiasi tinggi. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini dinilai sukses mengintegrasikan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) dengan pemberdayaan ekonomi riil masyarakat.

Salah satu wujud keberhasilan tersebut terlihat di DEB "Uma Palak Lestari", sebuah kawasan binaan Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai, Regional Jatimbalinus, yang terletak di Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara, Bali.

Guna melihat langsung dampak positif program tersebut, Komisaris Pertamina Nanik S Deyang bersama Komisaris Independen Pertamina Condro Kirono melakukan kunjungan kerja langsung ke lokasi pada Sabtu, 30 Mei 2026 lalu.


Dalam peninjauan tersebut, jajaran Dewan Komisaris didampingi oleh Direktur Kelembagaan dan Kepatuhan Pertamina Patra Niaga Kadek Ambara Jaya, Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita, serta jajaran manajemen terkait.

Tidak hanya meninjau fasilitas, mereka juga melakukan penanaman padi secara simbolis sebagai wujud dukungan terhadap pertanian berkelanjutan berbasis energi bersih.

Sebelum intervensi program ini berjalan, para petani setempat kerap dihadapkan pada masalah klasik: keterbatasan pasokan air, terutama saat musim kemarau panjang. Kondisi tersebut sering kali memicu penurunan hasil panen yang berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi warga.

Merespons persoalan itu, Pertamina hadir membawa solusi teknologi hijau. Di sektor pertanian, perusahaan pelat merah ini membangun sistem pengairan modern yang ditenagai oleh Renewable Battery Technology (RBT) dan mikrohidro berkapasitas 21 kWp.

Pemanfaatan energi bersih ini tidak hanya ramah lingkungan karena mampu menekan emisi karbon hingga 27,3 ton $CO_2eq$ per tahun, tetapi juga sukses mengairi 103 hektare lahan pertanian. Modernisasi juga menyentuh digitalisasi pengairan serta penggunaan alat pertanian elektrik, seperti traktor dan mesin penggiling padi.

Selain itu, dibangun pula fasilitas 'Bale Melajang' sebagai pusat edukasi pertanian organik dan tata kelola irigasi berbasis sistem Subak.

Dampaknya luar biasa. Program ini telah memberikan manfaat nyata bagi sekitar 408 warga, termasuk 24 petani perempuan. Secara ekonomi, para petani mampu menghemat biaya listrik hingga Rp44 juta per tahun.

Produktivitas padi pun melesat tajam dari 5,5 ton menjadi 7,5 ton per hektare. Bahkan, lahan seluas 5 hektare yang dikembangkan untuk budidaya padi organik varietas Mentik Susu kini mampu meraup omzet hingga Rp476 juta per tahun.

Tak berhenti di sektor pangan, kawasan ini juga disulap menjadi destinasi ekowisata dan eduwisata. Dengan fasilitas ruang terbuka hijau, jogging track, kafe rest area, hingga camping ground, lokasi ini berhasil menyedot sekitar 72 ribu wisatawan domestik maupun mancanegara, yang menyumbang pendapatan masyarakat hingga Rp64 juta per tahun.

Komisaris Pertamina, Nanik S Deyang menegaskan, DEB Uma Palak Lestari adalah role model pemberdayaan yang berhasil mengawinkan pertanian, energi mandiri, dan pariwisata berbasis komunitas.

"Di tahun 2023 para petani ini sempat gagal panen. Namun, setelah dibantu Pertamina, hasil panen dan penghasilan mereka bisa melonjak hingga dua kali lipat," kata Nanik dalam keterangannya, Kamis, 4 Juni 2026.

Nanik pun mendorong agar program strategis seperti ini segera direplikasi di berbagai wilayah operasi Pertamina lainnya di Indonesia karena mampu menyentuh langsung para petani dan pelaku usaha kecil.

Senada dengan itu, Komisaris Independen Pertamina, Condro Kirono menekankan bahwa TJSL BUMN harus mampu menciptakan sustainable benefit bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.

"Melalui manfaat yang dirasakan secara nyata, diharapkan membuat masyarakat memiliki rasa ikut menjaga kehadiran Pertamina sebagai perusahaan negara dan objek vital nasional," tegas Condro.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya