Berita

Wakil Ketua Umum PRIMA, Alif Kamal. (Foto: Istimewa)

Politik

PRIMA Dukung Kejagung Usut Tuntas Dugaan Korupsi Dadan Hindayana

KAMIS, 04 JUNI 2026 | 09:42 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam mengusut tuntas dugaan kasus korupsi yang melibatkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, beserta sejumlah bawahannya.

Wakil Ketua Umum PRIMA, Alif Kamal, menilai langkah tegas Kejagung merupakan bagian penting dari upaya membersihkan birokrasi dari praktik korupsi yang selama ini mengakar di berbagai sektor pemerintahan.

"PRIMA mendukung penuh langkah Kejaksaan Agung untuk mengusut tuntas dugaan korupsi yang melibatkan mantan Kepala BGN," ujar Alif dalam keterangan tertulis yang dikutip di Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.


Menurut Alif, penegakan hukum yang tegas dan tanpa pandang bulu merupakan syarat utama untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih serta berpihak kepada kepentingan rakyat.

Ia mengaitkan upaya pemberantasan korupsi dengan konsep "Serakahnomics" yang selama ini digaungkan PRIMA. Istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan sistem ekonomi yang dikuasai oleh segelintir elite dan mengutamakan kepentingan pribadi di atas kesejahteraan masyarakat.

"Penegakan hukum yang tegas dan tanpa pandang bulu merupakan syarat penting untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berpihak kepada rakyat," katanya.

Alif juga menilai proses hukum yang sedang berjalan menunjukkan komitmen kuat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas korupsi di seluruh tingkatan birokrasi.

Menurutnya, tidak ada ruang bagi penyalahgunaan jabatan dan kekuasaan, siapa pun pelakunya.

"Tindakan ini menunjukkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak pandang bulu dalam menjalankan agenda pemberantasan korupsi. Siapa pun yang terbukti menyalahgunakan jabatan dan merugikan negara harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum," tegasnya.

Lebih lanjut, Alif mengingatkan bahwa Dadan Hindayana pernah menjadi bagian dari tim pemenangan Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024. Namun, fakta tersebut justru menunjukkan bahwa kedekatan politik tidak menjadi alasan untuk mendapatkan perlakuan istimewa dalam proses hukum.

"Fakta bahwa yang bersangkutan pernah terlibat dalam tim kampanye Prabowo-Gibran semakin menegaskan bahwa Presiden tidak main-main dalam pemberantasan korupsi. Tidak ada toleransi terhadap praktik korupsi, sekalipun dilakukan oleh orang-orang yang sebelumnya berada dalam lingkaran pendukung pemerintah," ujarnya.

Alif menambahkan, kasus tersebut harus menjadi pengingat bagi seluruh penyelenggara negara, termasuk kader-kader PRIMA yang saat ini berada di pemerintahan, agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan dedikasi kepada rakyat.

"Peristiwa ini menjadi peringatan bagi seluruh penyelenggara negara, termasuk kami di PRIMA yang mendapat kepercayaan untuk terlibat dalam pemerintahan. Amanah yang diberikan Presiden harus dijalankan dengan sungguh-sungguh, bersih, dan berorientasi pada kepentingan rakyat," kata Alif.

Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada ruang bagi praktik korupsi dalam agenda pembangunan nasional.

"Tidak boleh ada ruang bagi korupsi dalam agenda besar membangun Indonesia yang adil dan makmur," pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya