Berita

Ilustrasi. (Foto: Humas BGN)

Politik

Pergantian Pimpinan BGN Momentum Penguatan Tata Kelola MBG

RABU, 03 JUNI 2026 | 12:40 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) harus dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat tata kelola kelembagaan, sistem operasional, dan akuntabilitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS, Achmad Ru’yat, sebagai program prioritas nasional dengan cakupan penerima manfaat yang sangat luas dan dukungan anggaran yang besar. BGN membutuhkan fondasi kelembagaan yang kuat agar pelaksanaan program dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

"Pergantian pimpinan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang wajar. Yang lebih penting adalah memastikan bahwa penguatan kelembagaan, tata kelola, dan sistem operasional BGN terus berjalan sehingga tujuan besar Program Makan Bergizi Gratis dapat tercapai secara optimal," ujar Ru’yat, Rabu, 3 Juni 2026.


Ia menegaskan keberhasilan program MBG tidak hanya ditentukan oleh figur pimpinan, tetapi juga oleh kualitas sistem yang dibangun, mulai dari perencanaan, pengadaan, pengawasan, distribusi, hingga mekanisme evaluasi yang terukur.

"Program ini menyangkut kebutuhan gizi jutaan anak Indonesia sekaligus menggunakan anggaran negara yang sangat besar. Karena itu, seluruh proses harus ditopang oleh standar operasional yang jelas, tata kelola yang baik, serta sistem pengawasan yang kuat dan berlapis," lanjutnya.

Ru’yat juga menilai evaluasi yang dilakukan pemerintah perlu dijadikan bahan perbaikan berkelanjutan bagi organisasi. Berbagai catatan terkait disiplin pelaksanaan SOP, tata kelola, maupun pengendalian kualitas harus dijawab melalui penguatan sistem, bukan sekadar pergantian personel.

"Fokus kita seharusnya tidak berhenti pada pergantian pejabat, tetapi bagaimana membangun institusi yang semakin matang, profesional, dan mampu menjaga kualitas layanan secara konsisten di seluruh daerah," katanya.

Sebagai mitra kerja BGN, Komisi IX DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan program MBG berjalan sesuai tujuan, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta dikelola dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

"Kami berharap kepemimpinan yang baru dapat melanjutkan berbagai capaian yang sudah dibangun, sekaligus melakukan pembenahan terhadap aspek-aspek yang masih memerlukan perbaikan. Yang terpenting adalah memastikan keberlanjutan program dan terjaganya kepercayaan publik terhadap BGN sebagai institusi pelaksana program strategis nasional," tutup Ru’yat.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

APKLI Perjuangan Ajak Publik Siap Hadapi Bonus Demografi 2030

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:26

Fahira Idris Apresiasi RUU Perampasan Aset Bakal Disahkan Desember

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:10

Pernyataan Budi Arie Tak Harus Menjadi Polemik

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:54

BPOM Gratiskan Izin Edar UMK Pangan Olahan

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:30

PP KMHDI Tuntut Presiden Evaluasi Kemenhut, Kemendikdasmen, dan Bakom

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:15

Menavigasi Turbulent Ocean, Menjinakkan Rivalitas Great Powers, dan Mematahkan Clash of Civilizations di Era Presiden SBY

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:00

Ketum Gibranku: Relawan Solid Kawal Prabowo-Gibran hingga 2029

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:59

Dua Tahun Warga Tegal Alur Pakai Jembatan Bambu, Dinas SDA Kena Semprot

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:42

Menguji Relevansi Teladan Rasulullah di Tengah Krisis Etika Global

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:40

Berbincang dengan Habib Rizieq

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:20

Selengkapnya