Berita

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya (Foto: YouTube RMOL TV)

Nusantara

BGN Jamin Transparansi Data MBG, Warga Bisa Cek dan Laporkan

SENIN, 01 JUNI 2026 | 19:13 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

Badan Gizi Nasional (BGN) tengah melakukan pembenahan besar-besaran terhadap data penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh kelompok sasaran, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga peserta didik dan santri di seluruh Indonesia.

Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, mengatakan proses validasi data saat ini dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian yang melibatkan sejumlah wakil menteri, direktur jenderal, serta pejabat dari Kemendikdasmen, Kemenag, Kemendagri, Kemensos, dan Kemendukbangga.

Menurut Sony, upaya tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Kantor Staf Presiden (KSP) yang turut menggelar rapat koordinasi guna memperkuat akurasi data penerima manfaat MBG.


Tidak hanya mengandalkan integrasi data dari kementerian dan lembaga, BGN juga melakukan verifikasi secara bottom-up melalui jaringan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di tingkat kecamatan. Para koordinator SPPI bekerja sama dengan lurah dan kepala desa untuk mendata langsung ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga peserta didik dari PAUD sampai SMA, termasuk santri pondok pesantren.

“Hasil validasi data saat ini sudah bisa diakses publik melalui laman validasidatapm.bgn.go.id,” kata Sony dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin, 1 Juni 2026. 

Melalui dashboard tersebut, kepala sekolah, kader posyandu, lurah, kepala desa, camat hingga kepala daerah dapat mengecek apakah warga yang berhak menerima MBG telah masuk dalam basis data nasional dan sudah mendapatkan layanan program.

BGN juga membuka ruang koreksi dari masyarakat. Jika ditemukan ibu hamil, ibu menyusui, balita atau peserta didik yang belum terdata sebagai penerima manfaat MBG, informasi tersebut dapat dilaporkan melalui hotline WhatsApp di nomor 0851-1139-4466.

Sony mengakui data penerima manfaat yang selama ini digunakan berasal dari pendataan yang dilakukan pada Mei hingga Juli 2024. Saat itu proses pengumpulan data melibatkan Babinsa dan dilakukan secara berjenjang hingga tingkat Kodam sebelum diserahkan kepada tim persiapan pelaksanaan MBG.

“Ketika data itu dikumpulkan, BGN bahkan belum memiliki dukungan anggaran dan jumlah personel kami tidak lebih dari 15 orang. Karena itu koordinasi formal antar-lembaga belum bisa berjalan optimal,” ujarnya.

Dengan penguatan koordinasi antarkementerian dan partisipasi pemerintah daerah hingga tingkat desa, BGN optimistis validasi yang sedang berlangsung akan menghasilkan data yang lebih akurat dan menjadi fondasi penting bagi keberhasilan Program MBG di seluruh Indonesia.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

TNI Siap Turunkan Penerjun Khusus Padamkan Api Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:50

KDKMP Upaya Merebut Kedaulatan Rakyat Atas Pasar

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:34

Pemerintah Kembali Kirim Bantuan ke NTT dan Kalimantan, dari Logistik hingga 500 Mesin Pompa Air

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:30

Sri Purwanti Bangun Bisnis Kuliner Halal Citarasa Nusantara di Taiwan

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:26

Rupiah Melemah, Sanksi Baru AS ke Iran jadi Biang Kerok

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:13

Prabowo Dorong Uji Coba Ubi Bombing untuk Atasi Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:43

El Nino Sangat Kuat, Jangan Bakar Lahan untuk Land Clearing

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:42

Rumor 62,2 Persen Saham BYAN Warning bagi Pasar Modal

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Pencemaran Berulang, DPR Desak Sumber Limbah Pencemar Kali Bekasi Diusut

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Bioskop Jaksinema Hadir di Pasar Rumput, Tiket Cuma Rp15 Ribu

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:28

Selengkapnya