Berita

Joko Widodo dan Anies Baswedan. (Foto: istimewa)

Politik

Hanya Anies yang Punya Waktu Mengimbangi Safari Politik Jokowi

SENIN, 01 JUNI 2026 | 15:06 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo berkeliling Indonesia dinilai bukan sekadar aktivitas silaturahmi atau menyapa masyarakat. 

Pengamat politik Hendri Satrio melihat langkah tersebut berpotensi menjadi bagian dari upaya menjaga pengaruh politik keluarga Jokowi menjelang kontestasi politik mendatang.

Menurutnya, salah satu tujuan dari safari politik Jokowi adalah menjaga agar putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, tetap memiliki posisi strategis dalam peta politik nasional.


"Makanya mungkin tujuan Jokowi keliling Indonesia selain mempromosikan PSI, juga menjaga agar Gibran tetap dipilih oleh Prabowo menjadi wakil presiden," kata Hendri Satrio lewat kanal Youtube miliknya, Senin, 1 Juni 2026.

Pria yang akrab disapa Hensa itu menilai lawan-lawan politik Jokowi berada dalam posisi yang tidak mudah menghadapi manuver tersebut. Sebab, sejumlah tokoh yang berpotensi menjadi pesaing politik masih disibukkan oleh tugas pemerintahan.

Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto tidak memiliki keleluasaan waktu untuk melakukan manuver politik serupa karena harus fokus menjalankan pemerintahan dan memenuhi janji-janji politiknya kepada rakyat.

Selain Prabowo, sejumlah tokoh lain seperti Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga dinilai sulit melakukan safari politik karena masih terikat tanggung jawab sebagai menteri.

Hensat justru melihat mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan sebagai salah satu figur yang memiliki ruang lebih besar untuk merespons langkah Jokowi.

"Anies Baswedan punya banyak waktu," katanya.

Karena itu, Hensat menilai menarik untuk melihat apakah Anies juga akan melakukan langkah serupa dengan berkeliling Indonesia ketika Jokowi mulai menjalankan safari politiknya.

"Nah kita lihat, Jokowi turun gunung, apakah Anies Baswedan turun gunung juga atau tidak. Jokowi keliling Indonesia, Anies Baswedan keliling Indonesia juga atau tidak. Ini akan seru untuk diikuti," tuturnya.

Di sisi lain, Hensat menilai fokus utama Prabowo saat ini tetap pada kinerja pemerintahan. Menurutnya, keberhasilan memenuhi janji politik kepada masyarakat akan menjadi modal terpenting bagi Prabowo untuk menjaga dukungan publik ke depan.

"Kalau Prabowo mau tidak mau konsentrasi memenuhi janji politiknya supaya aman, supaya rakyat bisa pilih dia lagi," pungkasnya.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya