Berita

Representative Image (Foto: CENTCOM)

Dunia

AS Blokade Kapal Dagang Tujuan Iran di Teluk Oman

MINGGU, 31 MEI 2026 | 12:44 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Amerika Serikat kembali memperketat tekanan terhadap Iran dengan menghentikan sebuah kapal dagang berbendera Gambia yang tengah berlayar menuju pelabuhan Iran melalui Teluk Oman. 

Tindakan tersebut dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan kawasan dan berlanjutnya kebijakan blokade maritim yang diterapkan Washington terhadap Teheran.

Menurut Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), kapal yang diidentifikasi sebagai M/V Lian Star terdeteksi berlayar di perairan internasional menuju Iran. 


Kapal tersebut disebut telah menerima lebih dari 20 kali peringatan dari pihak AS karena dianggap melanggar langkah-langkah blokade yang sedang diberlakukan.

"Kapal tersebut, yang diidentifikasi sebagai M/V Lian Star, dilaporkan telah menerima lebih dari 20 peringatan setelah terlihat bergerak di perairan internasional yang melanggar langkah-langkah blokade. Para pejabat mengatakan awak kapal gagal mematuhi peringatan tersebut dan melanjutkan perjalanannya menuju Iran," demikian laporan CENTCOM, dikutip Minggu, 31 Mei 2026. 

Karena awak kapal tidak mematuhi instruksi yang diberikan, AS kemudian mengambil tindakan lebih lanjut. 

CENTCOM menyatakan sebuah pesawat militer AS melumpuhkan kapal tersebut setelah berulang kali mengabaikan peringatan sehingga pelayarannya menuju Iran terhenti.

Washington menyebut operasi itu merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mencegah kapal-kapal komersial masuk maupun keluar dari pelabuhan Iran. 

Sejumlah kapal dagang lainnya juga disebut telah dihentikan atau dialihkan sebagai bagian dari penegakan blokade maritim di kawasan Teluk dan perairan sekitarnya.

Hingga 29 Mei 2026, pejabat AS mengklaim sedikitnya 115 kapal komersial telah dialihkan untuk memastikan tidak ada aktivitas perdagangan yang menuju atau meninggalkan pelabuhan Iran.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya