Berita

Ilustrasi Dolar AS (Artificial Inteligence)

Bisnis

Sentimen Damai AS-Iran Bikin Indeks Dolar AS Layu di Level 98,92

SABTU, 30 MEI 2026 | 08:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kurs Dolar AS di pasar uang New York tertekan terhadap mata uang utama pada penutupan perdagangan Jumat 29 Mei 2026 waktu setempat, dan bersiap mencatat penurunan mingguan kedua berturut-turut. 

Melemahnya greenback dipicu oleh laporan kesepakatan perpanjangan gencatan senjata antara AS dan Iran, serta pelonggaran pembatasan pelayaran di Selat Hormuz.

Kabar damai ini langsung mengikis status safe haven Dolar AS yang sempat perkasa di awal konflik. Akibatnya, Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan mata uang Paman Sam terhadap enam mata uang utama dunia, bergerak datar di level 98,92 dan terkunci dalam tren pelemahan mingguan.


Meskipun data terbaru menunjukkan inflasi AS melonjak tajam pada April akibat harga energi, pergerakan DXY justru cenderung tertahan. Pasar berspekulasi Federal Reserve (The Fed) akan menahan suku bunga tinggi hingga tahun depan, namun yield obligasi yang tidak ikut menanjak membuat performa Dolar AS kurang bertenaga.

Koreksi DXY ini dimanfaatkan oleh mata uang global lainnya. Euro berhasil menguat ke level 1,16620 Dolar AS, disusul Poundsterling yang naik ke 1,3466 Dolar AS. 

Dolar Selandia Baru melesat hampir 0,85 persen sedangkan Yen Jepang tertahan di level 159,27 per Dolar AS. 

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya