Berita

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso (RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Gerindra: Lawatan Prabowo untuk Jaga Keseimbangan Geopolitik Dunia

JUMAT, 29 MEI 2026 | 12:05 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Partai Gerindra membantah anggapan bahwa kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto merupakan bentuk pemborosan anggaran negara. Sebaliknya, lawatan tersebut dinilai sebagai strategi memperkuat posisi geopolitik Indonesia sekaligus membuka peluang investasi strategis.

Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, mengatakan Presiden Prabowo tengah mengonversi keunggulan komoditas strategis Indonesia, seperti nikel, serta posisi geopolitik nasional menjadi kekuatan ekonomi dan keamanan.

“Indonesia tidak sekadar berkunjung. Pak Prabowo sedang mengonversi keunggulan komoditas nikel dan posisi geopolitik kita menjadi investasi nyata dan benteng keamanan sebelum jendela peluang global ini tertutup,” kata Sugiat dalam keterangannya, Jumat, 29 Mei 2026.


Menurut Sugiat, politik luar negeri bebas aktif yang dijalankan Presiden Prabowo merupakan bentuk diplomasi ofensif, yakni strategi proaktif untuk memperjuangkan kepentingan nasional.

“Prabowo melangkah lebih awal sebelum didikte oleh negara lain. Dia mengambil posisi tegas dalam menyatakan kedaulatan, posisi politik, dan membela warga negaranya dengan terukur,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI itu menjelaskan, pada akhir Mei 2026 Presiden Prabowo melakukan kunjungan ke tiga negara Eropa, yakni Prancis, Austria, dan Hungaria. Ketiga negara tersebut dinilai memiliki posisi strategis bagi Indonesia dalam sektor industri, investasi, dan pertahanan.

Menurut Sugiat, Prancis merupakan salah satu kekuatan militer dan teknologi terbesar di Eropa Barat.

“Kedekatan politik yang dibangun bertahap melalui kunjungan berulang adalah syarat mutlak dalam bekerja sama dengan Macron,” katanya.

Sementara itu, Austria disebut sebagai gerbang industri manufaktur presisi di Eropa Tengah. Adapun Hungaria dinilai menjadi pusat pembangunan gigafactory baterai kendaraan listrik di Uni Eropa.

“Pak Prabowo datang ke sana bukan sebagai peminta-minta bantuan, tetapi sebagai pemilik komoditas strategis yang menentukan masa depan industri otomotif dunia,” tegasnya.

Sugiat menilai perjalanan maraton Paris-Wina-Budapest merupakan langkah strategis untuk mengamankan investasi hilirisasi sebelum momentum global bergeser.

Selain aspek ekonomi, ia juga menyoroti dimensi pertahanan dan keamanan nasional dalam lawatan tersebut.

“Kunjungan ke Prancis ini bukti nyata politik bebas aktif yang berwibawa. Indonesia tidak mengekor ke Amerika, tidak tunduk ke China, dan tidak takut pada tekanan NATO saat berhubungan dengan Rusia demi mengamankan pasokan minyak dan LPG murah untuk rakyat,” katanya.

Menurut Sugiat, Presiden Prabowo tengah mempraktikkan strategi hedging atau menjaga keseimbangan geopolitik agar Indonesia tidak diabaikan oleh kekuatan dunia mana pun.

“Pak Prabowo sedang mempraktikkan hedging tingkat tinggi agar Indonesia tidak bisa diabaikan oleh kekuatan dunia mana pun,” ujarnya.

Lebih jauh, Sugiat menegaskan Presiden Prabowo berupaya meningkatkan posisi Indonesia menjadi kekuatan global yang mandiri secara ekonomi dan tangguh secara militer.

“Indonesia sedang dipimpin oleh seorang patriot yang tahu persis bagaimana cara memenangkan kepentingan nasional di luar negeri. Menilai keberhasilan diplomasi internasional dari hasil beberapa minggu atau bulan adalah cara berpikir yang tidak logis,” katanya.

“Pak Prabowo adalah seorang negarawan. Negarawan memberikan apa yang dapat diberikan kepada negara, sedangkan politisi mencari apa yang bisa diperoleh dari negara,” demikian Sugiat.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya