Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Wall Street Hijau Ditopang Sektor Teknologi

JUMAT, 29 MEI 2026 | 08:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Saham-saham di bursa Amerika Serikat (AS) bergerak menguat didorong melonjaknya sektor teknologi dan optimisme terhadap perkembangan kesepakatan geopolitik antara negosiator AS dan Iran terkait perpanjangan gencatan senjata.

Dikutip dari CNBC International, Jumat 29 Mei 2026, pada penutupan perdagangan Kamis indeks S&P 500 naik 0,58 persen ke level 7.563,63, sementara Nasdaq Composite menguat 0,91 persen ke 26.917,47. Kedua indeks tersebut bahkan sempat menyentuh rekor baru di sesi perdagangan. Dow Jones Industrial Average juga ikut naik tipis 0,05 persen ke 50.668,97.

Penguatan pasar terutama ditopang oleh saham-saham teknologi yang kembali menjadi motor utama reli. Optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan (AI) kembali meningkat setelah kinerja kuat sejumlah perusahaan perangkat lunak dan teknologi.


Salah satu pendorong terbesar datang dari Snowflake, yang sahamnya melonjak tajam hingga sekitar 36 persen lebih setelah perusahaan data berbasis cloud itu merilis proyeksi pendapatan yang lebih kuat dari perkiraan serta laporan kinerja kuartalan yang melampaui ekspektasi. 

Perusahaan juga mengumumkan rencana kerja sama besar dengan Amazon Web Services senilai sekitar 6 miliar dolar AS selama lima tahun. Lonjakan ini turut mengangkat sentimen saham-saham teknologi lain, termasuk sektor software dan semikonduktor.

ETF sektor perangkat lunak seperti iShares Expanded Tech-Software Sector ETF (IGV) ikut naik sekitar 2,8 persen. Saham-saham semikonduktor dan industri memori juga menguat, dengan Sandisk naik sekitar 3-6 persen pada sesi tertentu. Raksasa chip seperti Qualcomm dan AMD (Advanced Micro Devices) masing-masing tercatat menguat lebih dari 4 persen.

Selain faktor korporasi, sentimen pasar juga dipengaruhi kabar bahwa negosiator AS dan Iran disebut menyepakati kerangka perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari untuk membuka pembicaraan lanjutan terkait program nuklir Iran. 

Kabar ini sempat mendorong pergerakan cepat di pasar, termasuk penguatan saham dan penurunan harga minyak dari level tertingginya. Meski demikian, kesepakatan tersebut masih menunggu persetujuan akhir Presiden AS Donald Trump.

Dari sisi makroekonomi, rilis data inflasi turut memberi dukungan tambahan bagi pasar. Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) naik 0,4 persen pada April, lebih rendah dari perkiraan 0,5 persen. 

Secara tahunan, inflasi tercatat di 3,8 persen. Data yang lebih rendah dari ekspektasi ini meredakan sebagian kekhawatiran bahwa inflasi akan tetap tinggi lebih lama, meskipun masih berada di atas target 2 persen Federal Reserve.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya