Berita

Presiden AS Donald Trump pimpin rapat kabinet di Gedung Putih pada Rabu, 27 Mei 2026 (Foto: Akun X @StateDept)

Global

Trump Sebut China Sudah Berubah dan Lebih Menghormati AS

KAMIS, 28 MEI 2026 | 10:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Hubungan Amerika Serikat (AS) dan China disebut mengalami “pengaturan ulang” setelah pertemuan terbaru antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.

Berbicara dalam rapat kabinet di Gedung Putih pada Rabu, 27 Mei 2026, Trump menyebut pertemuannya dengan Xi pada pertengahan Mei lalu berlangsung “luar biasa” dan mengklaim Beijing kini memandang Washington dengan cara berbeda dibanding era pemerintahan sebelumnya.

“Selama bertahun-tahun mereka memanfaatkan kita, tetapi sekarang mereka kembali menghormati negara kita,” kata Trump, dikutip Kamis, 28 Mei 2026.


Trump juga menyoroti strategi “dominasi energi” AS. Menurutnya, peningkatan produksi minyak dan gas telah memperkuat posisi geopolitik Amerika di tengah ketegangan global. Ia bahkan mengklaim produksi minyak negaranya saat ini lebih besar dibanding gabungan produksi Rusia dan Arab Saudi.

Meski China hanya disinggung singkat dalam rapat kabinet tersebut, sejumlah pejabat pemerintahan Trump menilai kebijakan ekonomi dan pertahanan AS saat ini memang diarahkan untuk menghadapi persaingan strategis dengan China dan kekuatan besar lainnya.

Dalam pertemuan terbaru antara Trump dan Xi di Beijing, kedua negara menyepakati sejumlah kerja sama penting meski rivalitas keduanya masih tetap kuat.

Kesepakatan itu mencakup peningkatan pembelian produk AS oleh China, termasuk pesawat Boeing, produk pertanian seperti kedelai, serta energi minyak dan gas dari AS. Kedua negara juga sepakat memperluas kerja sama perdagangan dan investasi guna menjaga stabilitas hubungan ekonomi di tengah ketegangan global.

Selain itu, Washington dan Beijing membahas kerja sama terkait rantai pasok mineral penting dan rare earth yang sangat dibutuhkan industri teknologi dan pertahanan. Pembahasan mengenai kecerdasan buatan (AI), teknologi, serta stabilitas pasokan energi global juga menjadi bagian penting dalam pertemuan kedua pemimpin tersebut.

Di bidang geopolitik, AS dan China turut menyinggung pentingnya menjaga stabilitas di Selat Hormuz serta membahas perkembangan konflik Iran dan isu Taiwan yang selama ini menjadi titik sensitif hubungan kedua negara.

Meski ada sejumlah kesepakatan baru, isu seperti Taiwan, persaingan teknologi, tarif perdagangan, dan keamanan Indo-Pasifik disebut masih menjadi sumber utama ketegangan antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya