Berita

Petugas SPBU Pertamina. (Foto: istimewa)

Bisnis

Kebijakan Populis BBM Subsidi Bisa Bisa jadi Problem Fiskal Negara

KAMIS, 28 MEI 2026 | 10:42 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Keputusan pemerintah menahan kenaikan harga BBM subsidi di tengah lonjakan harga minyak dunia merupakan kebijakan populis yang hanya efektif dalam jangka pendek.

Menurut Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, pemerintah memang berupaya melindungi masyarakat agar tidak langsung terkena dampak kenaikan harga energi. 

“Kebijakan yang dilakukan pasti kebijakan populis karena memang tidak ingin masyarakat terkena imbas. Tapi sebetulnya juga tidak efektif, karena yang tidak naik hanya yang subsidi, sementara non-subsidi tetap mengikuti harga ekonomi,” ujar Sudirman di kanal Youtube Hendri Satrio, Kamis, 28 Mei 2026.


Ia menilai masyarakat pada akhirnya tetap menyadari harga minyak dunia terus berada di level tinggi. Karena itu, ruang pemerintah untuk mempertahankan kebijakan populis akan semakin terbatas jika tren kenaikan berlangsung dalam waktu panjang.

“Pilihan kebijakan populis hanya mungkin dikerjakan dalam jangka pendek. Nanti kalau harganya terus menerus naik dan berlangsung panjang, itu jadi problem,” katanya.

Sudirman menegaskan, ada konsekuensi besar yang harus ditanggung negara ketika pemerintah memutuskan menahan harga BBM subsidi di tengah tekanan pasar global.

“Kalau ditanya apakah ada yang dikorbankan, tentu ada. Yang dikorbankan adalah fiskal, pengeluaran lain yang lebih prioritas, dan mungkin sebagian perusahaan negara,” jelasnya.

Ia pun mengingatkan bahwa ketika pemerintah sudah masuk ke ranah politik populis, maka banyak sektor akhirnya harus menanggung beban kebijakan tersebut.

“Begitu masuk politik populis maka semuanya dikorbankan,” pungkasnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Investor Diminta Wait and See, Pengamat Prediksi Banyak yang Ditangkap Imbas MSCI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:30

Serangan Houthi Ganggu Ajang Olahraga Saudi, Piala Asia Tetap Sesuai Jadwal

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:14

Putusan MK soal UU Peradilan Militer Momentum Akhiri Impunitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:06

Komisi III DPR Desak Pelaku Korupsi Dana Bencana Dihukum Maksimal!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:46

Daftar Negara Masuk Standalone Market MSCI, Ada 12 Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:34

Dihantam Ancaman MSCI, IHSG Terancam Anjlok ke 4.700 Pekan Depan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:24

Minyak Dunia Tembus 110 Dolar AS

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:07

Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten Tersangka Kasus Suap Audit BPK

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:53

Karhutla Meluas, Legislator Golkar Desak Evaluasi Pencegahan dan Penegakan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:52

BMKG Deteksi Sebaran Asap Karhutla hingga Jakarta dan Papua

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:39

Selengkapnya