Berita

Menlu RI Sugiono (Foto: Kemlu RI)

Dunia

Menlu Sugiono Dorong Reformasi DK PBB demi Keadilan Global

RABU, 27 MEI 2026 | 19:53 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyerukan reformasi menyeluruh terhadap Dewan Keamanan (DK) PBB sebagai langkah penting untuk memulihkan kepercayaan dunia terhadap sistem multilateral internasional.

Seruan itu disampaikan dalam forum High-Level Open Debate bertema “Upholding the Purposes and Principles of the UN Charter and Strengthening the UN Centered-International System” di Markas Besar PBB, New York, Selasa waktu setempat, 26 Mei 2026. 

Dalam pidatonya, Sugiono menegaskan bahwa struktur Dewan Keamanan yang dibentuk berdasarkan realitas geopolitik pasca-Perang Dunia II sudah tidak lagi sepenuhnya relevan dengan dinamika dunia saat ini. 


Menurutnya, reformasi harus diarahkan untuk membangun Dewan Keamanan yang lebih inklusif dan mampu merepresentasikan kepentingan seluruh kawasan dunia, terutama negara-negara berkembang. 

“Oleh karena itu, mereka harus menjadi lebih representatif, lebih demokratis, lebih transparan, dan lebih akuntabel,” kata dia.

Sugiono menekankan bahwa Indonesia memandang reformasi bukan sebagai upaya melemahkan institusi Dewan Keamanan, melainkan untuk mengembalikan legitimasi dan kepercayaan masyarakat internasional terhadap lembaga tersebut. 

“Indonesia selalu percaya bahwa reformasi adalah tentang memulihkan kepercayaan pada Dewan, bukan melemahkannya,” tegasnya. 

Dia juga mengingatkan bahwa suara negara-negara Global South tidak boleh lagi diabaikan dalam pengambilan keputusan global. 

“Dan suara-suara Global South tidak boleh lagi tetap terpinggirkan dalam keputusan yang sangat memengaruhi masa depan mereka," kata Menlu RI.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Wamenko Dradjad: Penilaian MSCI Tidak Selalu Benar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 16:23

Trump Bicara Soal Denuklirisasi dengan Rusia dan Tiongkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:43

PGN Perkuat Efisiensi dan Daya Saing Bisnis Melalui Inisiatif Dekarbonisasi Berkelanjutan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:22

Kawasan Industri Diajak Cak Imin Bantu Korban Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:11

OJK Denda DSSA, BREN, CUAN Rp2,1 Triliun, Sanksi 835 Pihak Tembus Rp390 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:03

DIM RUU Migas Hampir Rampung 90 Persen

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:00

Airlangga Heran MSCI Mendadak Ancam Cabut Status Emerging Market RI Usai Bertemu Menkeu-BI di Bangkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:52

Pimpin Nasdem Garut, Lola Nelria: Partai Harus Hadir dalam Kehidupan Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:46

Houthi Serang Istana Presiden Yaman, Lima Meninggal Dunia

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:41

Kopdes Butuh Talenta Utuh agar Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:34

Selengkapnya