Berita

Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Matahari Tepat di Atas Ka’bah pada 27-28 Mei, Momen Cek Arah Kiblat

RABU, 27 MEI 2026 | 14:02 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Fenomena astronomi ‘Rashdul Kiblat’ atau ‘Istiwa A‘zam’ akan kembali terjadi pada 27 dan 28 Mei 2026. Saat itu, matahari berada tepat di atas Ka’bah sehingga bayangan benda yang berdiri tegak lurus akan menunjukkan arah kiblat. Momen ini bisa digunakan untuk memverifikasi arah kiblat secara mandiri dari rumah.

“Rashdul Kiblat menjadi kesempatan yang sangat baik bagi masyarakat untuk memeriksa kembali arah kiblat secara mandiri. Ketika matahari tepat berada di atas Ka’bah, arah bayangan benda tegak lurus akan mengarah berlawanan dengan arah kiblat,” kata Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, dikutip dari laman Kemenag, Rabu 27 Mei 2026.

Berdasarkan data astronomi, fenomena tersebut akan terjadi pada 27 dan 28 Mei 2026, sekitar pukul 16.18 WIB atau 17.18 WITA. Pada waktu itu, posisi matahari berada tepat di atas Ka’bah sehingga menjadi acuan alami dalam penentuan arah kiblat.


Menurut Arsad, metode Rashdul Kiblat merupakan salah satu pendekatan ilmu falak yang telah lama digunakan dalam verifikasi arah kiblat selain penggunaan kompas, teodolit, maupun aplikasi digital berbasis satelit.

“Fenomena ini bersifat konfirmatif. Jika arah kiblat yang digunakan selama ini sudah tepat, maka Rashdul Kiblat akan memperkuat ketepatan tersebut. Namun jika masih ada keraguan, ini menjadi waktu yang ideal untuk melakukan pengecekan kembali,” kata Arsad.

Arsad mengatakan, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan agar proses pengecekan arah kiblat berjalan akurat. Pertama, benda yang digunakan sebagai patokan harus benar-benar berdiri tegak lurus dan dapat dibantu menggunakan lot atau bandul.

Kedua, permukaan tempat pengecekan harus datar dan rata agar arah bayangan tidak mengalami distorsi. Ketiga, masyarakat diminta menyesuaikan waktu pengukuran dengan waktu resmi yang dikeluarkan BMKG, RRI, maupun layanan waktu terpercaya lainnya.

“Ketepatan waktu menjadi faktor penting dalam pengukuran arah kiblat. Selisih beberapa menit saja dapat memengaruhi arah bayangan yang terbentuk,” kata Arsad.

Ia menambahkan, fenomena Rashdul Kiblat juga memiliki nilai edukatif karena membantu masyarakat memahami keterkaitan antara ibadah dan ilmu pengetahuan. Menurutnya, pendekatan astronomi dalam penentuan arah kiblat menunjukkan bahwa praktik keagamaan dapat berjalan selaras dengan perkembangan sains.

“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan fenomena ini dengan baik sebagai ikhtiar menjaga ketepatan arah kiblat sekaligus memperkuat pemahaman keagamaan yang berbasis ilmu pengetahuan,” pungkas Arsad.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia, Ini Rekor Statistiknya

Minggu, 27 September 2026 | 02:22

Tak Peduli Teman, Prabowo Tegas Sikat Pencuri Duit Negara

Minggu, 27 September 2026 | 02:02

Di Balik Kemudahan QRIS, Merchant Tetap Wajib Terima Tunai

Minggu, 27 September 2026 | 01:46

Gugatan Denny Indrayana Cs Untungkan Seluruh Parpol di DPR

Minggu, 27 September 2026 | 01:20

Pemerintah Jangan Pukul Rata Evaluasi IUP

Minggu, 27 September 2026 | 01:07

Emas Rahmat Bawa Indonesia Lompat ke Posisi 14

Minggu, 27 September 2026 | 00:35

Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan

Minggu, 27 September 2026 | 00:17

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Emas Kedua Indonesia

Minggu, 27 September 2026 | 00:05

Bhayangkari Salurkan 6 Ribu Paket Sembako untuk Warga Aceh

Sabtu, 26 September 2026 | 23:49

Wamenag Protes Keras Pembebasan Bersyarat Bechi Pemerkosa Santriwati

Sabtu, 26 September 2026 | 23:20

Selengkapnya