Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Yen Terkapar, Terseret Sikap Hati-Hati BOJ dan Memanasnya Konflik Iran-AS

RABU, 27 MEI 2026 | 12:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Mata uang Yen Jepang kembali melemah hingga melewati level 159 per Dolar AS. 

Posisi ini mendekati level terendah dalam sebulan terakhir, dipicu oleh ketidakpastian langkah moneter Bank of Japan (BOJ) serta meningkatnya volatilitas energi akibat memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah.

Pelemahan Yen makin tak terbendung setelah Gubernur BOJ, Kazuo Ueda, memperingatkan adanya lonjakan risiko inflasi namun memilih bersikap abu-abu terkait kepastian kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan mendatang.


Ueda menegaskan pentingnya memantau dampak lonjakan harga minyak global terhadap tren inflasi mendasar di dalam negeri. Sayangnya, pasar kecewa karena ia enggan memberikan kisi-kisi bagaimana tekanan tersebut akan memengaruhi keputusan BOJ bulan depan.

Di sisi lain, Wakil Gubernur BOJ Ryozo Himino mencoba menenangkan pasar dengan menegaskan komitmen bank sentral untuk menaikkan suku bunga tambahan. Namun, ia menggarisbawahi bahwa waktu dan kecepatan pengetatan moneter tersebut sepenuhnya bergantung pada seberapa besar konflik Timur Tengah mengoreksi ekonomi Jepang dan proyeksi inflasi mereka.

Sentimen pasar saat ini terjebak dalam ketidakpastian tinggi. Harapan investor akan tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran, menyusul pembicaraan perpanjangan gencatan senjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Presiden Donald Trump, sempat memberi angin segar.

Namun, optimisme tersebut langsung buyar oleh pecahnya kontak senjata baru di lapangan. Serangan bela diri militer AS di selatan Iran yang dibalas dengan penembakan jet tempur F-35 serta drone oleh Pengawal Revolusi Iran membuat proyeksi ekonomi global kembali diselimuti kabut tebal. 

Bagi Jepang yang sangat bergantung pada impor energi, ketegangan ini langsung memicu kekhawatiran guncangan inflasi yang menekan mata uang Yen lebih dalam.

Populer

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

UPDATE

Kaharuddin Djenod Kembali Pimpin PT PAL Indonesia

Rabu, 27 Mei 2026 | 03:50

Nusron Bersama Wamenhan dan KSAU Bahas Penataan Aset Pertanahan TNI AU

Rabu, 27 Mei 2026 | 03:27

Gatot Nurmantyo Berharap Presiden Keluarkan Dekrit Sesuai Amanat AD/ART Gerindra

Rabu, 27 Mei 2026 | 02:59

Anies Baswedan dan Suara Kentongan

Rabu, 27 Mei 2026 | 02:35

Rocky Gerung: Eksaminasi Putusan Kerry Riza Uji Cara Berpikir Penegak Hukum

Rabu, 27 Mei 2026 | 02:12

Wali Kota Agustina Gelar Nobar Dukung Celyna Grace di Indonesian Idol Season XIV

Rabu, 27 Mei 2026 | 01:54

UUD 2002 Berhasil Bikin Kekayaan Indonesia Dirampok Besar-besaran

Rabu, 27 Mei 2026 | 01:31

PT PAL Indonesia Bukukan Kenaikan Laba Bersih Sebesar 108,58 Persen

Rabu, 27 Mei 2026 | 01:13

Keterwakilan 30 Persen Perempuan Jangan Cuma Formalitas bagi Parpol

Rabu, 27 Mei 2026 | 00:47

Pasal Kerugian Negara Dianggap Tidak Efektif Berantas Korupsi

Rabu, 27 Mei 2026 | 00:25

Selengkapnya