Berita

Ketum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir (Foto: Dokumen Muhammadiyah)

Politik

Ketum Muhammadiyah: Iduladha Harus Jadi Momentum Perbaikan Moral Bangsa

RABU, 27 MEI 2026 | 09:33 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengajak umat Islam menjadikan Iduladha 1447 Hijriah sebagai momentum menghidupkan spiritualitas takwa dalam kehidupan pribadi, sosial, kebangsaan, dan kemanusiaan universal.

Dalam keterangannya, Rabu, 27 Mei 2026, Haedar menegaskan Iduladha tidak boleh dimaknai sekadar ritual formal berupa salat Id dan penyembelihan hewan kurban. Menurutnya, substansi utama Iduladha adalah pembentukan manusia yang bertakwa kepada Allah SWT.

“Allah menegaskan bahwa yang sampai kepada-Nya bukanlah daging dan darah hewan kurban, melainkan ketakwaan dari manusia yang melaksanakannya. Karena itu, substansi Iduladha adalah penguatan spiritualitas dan moralitas,” ujarnya.


Haedar menjelaskan keteladanan Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan Nabi Ismail menunjukkan spiritualitas takwa yang melahirkan jiwa pengorbanan, kepatuhan, dan kebajikan.

“Nabi Ibrahim rela mengorbankan putra tercintanya atas perintah Allah. Siti Hajar menunjukkan keteguhan iman, sementara Nabi Ismail memperlihatkan kepatuhan yang sangat tinggi. Ketiganya menjadi uswah hasanah tentang bagaimana ketakwaan melahirkan jiwa pengorbanan dan kebajikan,” jelasnya.

Menurut Haedar, spiritualitas takwa akan membentuk pribadi yang jujur, sederhana, rendah hati, peduli terhadap sesama, serta menjauhi perilaku koruptif, penyalahgunaan kekuasaan, dan kerakusan duniawi.

“Spiritualitas takwa membuat seseorang tidak akan korupsi, tidak semena-mena dalam kekuasaan, tidak anti kritik, tidak tamak, dan tidak merusak alam demi keuntungan sesaat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menghadirkan akhlak mulia di ruang publik dan media sosial. Menurutnya, insan bertakwa harus menjaga tutur kata, menghindari hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah yang dapat merusak persatuan.

“Ketakwaan harus tercermin dalam cara bermedia sosial, dalam menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan membangun ukhuwah dengan nyata,” katanya.

Haedar turut menyinggung berbagai persoalan bangsa, seperti kesenjangan sosial, korupsi, konflik sosial, dan perilaku serakah yang dinilai lahir dari krisis moral dan spiritual.

“Hasrat untuk menguasai segala sesuatu tanpa batas membuat manusia rela merugikan sesama dan merusak lingkungan. Karena itu bangsa ini membutuhkan kebangkitan spiritualitas takwa yang melahirkan kebajikan nyata,” ujarnya.

Ia berharap Iduladha menjadi momentum transformasi moral yang menghadirkan kehidupan lebih adil, berkeadaban, dan penuh kemaslahatan.

“Ketakwaan bukan sekadar indah dalam kata-kata dan retorika, tetapi harus tampak nyata dalam tindakan, kebijakan, dan kehidupan sehari-hari,” ucap Haedar.

Secara khusus, Haedar juga berpesan kepada generasi milenial, generasi Z, dan generasi Alfa agar menjadikan Iduladha sebagai sarana membangun karakter unggul, mencintai ilmu pengetahuan, menguasai teknologi, serta menjunjung tinggi akhlak dan etika.

“Generasi muda jangan terjebak budaya instan, malas, hedonistik, dan gemar pamer kemewahan. Spiritualitas takwa harus melahirkan generasi yang cerdas, berintegritas, dan memberi manfaat bagi kehidupan,” tutupnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya