Berita

Anies Baswedan. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Publika

Anies Baswedan dan Suara Kentongan

RABU, 27 MEI 2026 | 02:35 WIB

MESKI di Pilpres 2024, Anies R. Baswedan  di posisi kedua dengan 26 persen atau 40 juta suara. Itu sudah sebagai vote safe pole position. Untuk menjalankan race start yang baik dan strategis di balapan Pilpres 2029. Apalagi, vote poll itu merupakan vote equal quality and no fake. Alias, hasil dari proses clean and fairness vote election juga. 

Suara bermutu dan bersih tak bernoda kecurangan. Sekaligus, sebagai bagian suara politik terbesar merepresentasikan kelas menengah Indonesia.Masyarakat cerdas yang berkesadaran, berkewarasan dan akal sehat alias melek politik. 

Maka, mereka itu terdiri dari kaum komunitas masyarakat madani yang berekonomi mandiri; kelas intelektualitas representasi kaum akademisi kampus; komunitas masyarakat amicus curiae berkesadaran hukum, etika, moral berorientasi berkeadilan; para ormas dan aktivis lingkungan, hukum, dan sosial;  kelompok, komunitas dan organisasi  taat religiusitas  dari pelbagai agama. Bahkan, dari generasi mahasiswa, terpelajar milenial gen Z dan masyarakat kaum buruh.


Seluruhnya  memiliki daya energi tergerak. Bervisi perintis, pembaharu dan lokomotif perannya. Fungsinya memunculkan daya dorong dan endorsement  terjadinya gerakan revolusi perubahan politik besar untuk memunculkan gelombang kemenangan pembaharuan.

Bakal menuai misi tidak sebagai sekedar jargon propaganda di istana menara gadingnya. Bakal  mampu menularkannya di keseluruhan lini masa struktural ke bawah membumi populis. Kemudian bertunas merambat secara horizontal di publik. Termasuk, menyentuh di altar floating mass dan grassroot, nantinya. baik di kota maupun desa.

Dengan lini jaringan komunikasi dan informasi digital internet via media-media sosial, podcast, event off line “desak Anies” yang sangat sukses dan baik menunjukkan dinamika demokratisasi di kampanye pilpres lalu dll, sebagai alat-alat komunikasi kampanye dan tularnya. 

Semuanya dalam  bentuk dialog, pernyataan, opini, diskusi, dialektika dan diskursus terbuka. Keluarannya  membangun  keniscayaan kebebasan nilai serta menegasikan cakupan norma dan wawasan hukum demokratisasi konstitusional.

Yang jelas, Pilpres 2024 itu bagi Anies boleh dibilang sebagai upaya  menanam  benih. Untuk menyimpan dan  menambah serta memicu  keyakinan. Muaranya, ada harapan untuk mewujudkan tatanan perubahan dan pembaharuan radikal.

Dari  segala bentuk puritanisme dinasti politik yang kian semakin menebal. Itu menjadi sinyal menandai  semakin menguatkan betapa lekatnya lem barisan politik  status quo. 

Akibatnya, berupa legacy kroni, koloni dan geng serta mafia yang hanya berakibat buruk merusak nyata tatanan sosial politik. Menjadikan kontrol politik demokrasi Trias Politika semakin berkarat fungsinya. Yang seharusnya semakin sehat menandai dinamika progresivitas setiap langkah kemajuan Indonesia. Malah, terkini dalam kondisi sebaliknya, sebagai korosif politik pesakitan.

Dan  2029 itu, Anies dan PGR adalah jawaban atas tumbuhnya berkelanjutan pergerakan berkemajuan moderasi perubahan dan pembaharuan radikal. Untuk  melawan dan merestorasi  kekacauan sejarah politik Indonesia cenderung semakin menyimpang. Yang telah dibekukan oleh para dinasti politik itu: warisan Soekarno-Megawati-Puan Maharani; Soeharto-Prabowo; SBY-AHY; dan Jokowi-Gibran Rakabuming Raka-Kaesang.

Para dinasti inilah sebenarnya yang mencetak proses persalinan kelahiran secara berkelanjutan elite oligarki politik dengan kemunculan koalisi partai oligarki, semacam KIMPLUS itu. Yang akan mudah dicaplok oleh para oligarki ekonomi untuk memainkan politik rent seeking berbarter proyek konglomerasi oligarki lagi.

Persiapan untuk itu ARB sudah menyusun formasi konstruksi gerakan rakyat yang  dimobilisasi oleh Partai Gerakan Rakyat. Ketika MK sudah merevisi aturan Presiden Treshold hingga 5 persen sekalipun, dari pijakan captive market yang telah diperolehnya di 2024 lewat ketokohan personal Anies, PGR bakal tumbuh subur. 

Itu dikarenakan PGR, berjalan, berkembang dan bertunas di kota maupun desa nantinya berdasarkan political voluntary alias politik kesukarelaan, no money politic movement.

Justru, itu akan menjadi paradoks dari kebanyakan cara berjalannya roda partai pada umumnya. Apalagi, partai koalisi dinasti oligarki yang berkuasa terbiasa menebar jaring dengan menyebar endemi kecurangan dengan menaruh komersialisasi dan money politics (korupsi), serta kolusi dan nepotisme.

Maka, seolah menjadi kelaziman bergeraknya partai eksis lainnya akan selalu dengan modus uang. Oleh PGR masyarakat diberikan kesadaran dan disadarkan akan bahayanya serbuan “pork barrel political” dari koalisi partai oligarki. Yang lazim dibiayai hasil rent seeking para konglomerasi oligarki itu akan merugikan bagi rakyat sendiri. Khususnya, ditekankan kepada masyarakat rentan di desa yang masih belum melek politik.  

Masyarakat desa sampai harus bisa menilai bahwa itu  haram hukumnya dan harus menjadi terlarang. Selayaknya publik di kota pun melawan. Daripada dikarenakan dari akibat inilah jadi sumber biang kerok sesungguhnya atas munculnya proses pengikisan dan penghancuran asas kedaulatan rakyat. Bahkan, keyakinan adanya “Vox Populi Vox Dei”.

Itulah suatu tantangan 2029 saat ARB dan PGR beramai-ramai memukul kentongan serempak dan serentak bersama rakyat di seluruh penjuru tanah air. Menandai  revolusi kemenangannya mengubah Indonesia secara radikal berbaharu dan  berkemajuan. No oligarch, no dynasty  and no corruption, collusion and nepotism.


Dairy Sudarman 
Pemerhati politik dan kebangsaan


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Pencalonan Kaesang di Solo Raya Sinyal Perang Terbuka PSI vs PDIP

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Araghchi Ancam Balas Serangan Ukraina ke Kapal Dagang Iran

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Istana Tegaskan Mundurnya Perry Warjiyo Murni Keputusan Pribadi

Senin, 27 Juli 2026 | 10:13

Kejaksaan Harus Jawab Klaim Kriminalisasi Febrie dengan Bukti

Senin, 27 Juli 2026 | 10:04

KPK Dalami Aliran Dana yang Diduga Disiapkan Bupati Kuansing untuk Raja Juli

Senin, 27 Juli 2026 | 09:57

Penyaluran Bansos Lewat Kopdes Perlu SOP yang Ketat

Senin, 27 Juli 2026 | 09:51

IHSG Merah, Rupiah Ambruk ke Rp17.976 per Dolar AS Usai Gubernur BI Mundur

Senin, 27 Juli 2026 | 09:47

Kasatnarkoba Polres Tangsel Ditangkap Bareskrim

Senin, 27 Juli 2026 | 09:37

Pengamat: Sulit bagi Kaesang dan PSI Kuasai Solo Raya

Senin, 27 Juli 2026 | 09:34

Perjalanan Karier dan Rekam Jejak Perry Warjiyo di Kepemimpinan Bank Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 | 09:25

Selengkapnya