Berita

Rocky Gerung. (Foto: Istimewa)

Politik

Rocky Gerung: Kalau Marah Bikin Blok Politik Kiri

SELASA, 26 MEI 2026 | 22:29 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pengamat Rocky Gerung kembali menyampaikan kritik pedas, namun kini terhadap pihak-pihak yang menganggap Reformasi telah gagal.

Menurutnya, penilaian tentang Reformasi gagal ketika melihat realitas hari ini, diawali dari kegagalan cara berpikir yang ada kala itu atas gerakan perubahan.

"Intinya kita menyesalkan, kenapa gagasan awal revolusi itu dibatalkan oleh keraguan-keraguan kita (hanya) untuk melangkah satu kali dari sistem otoriter pergi kepada demokrasi," ujar Rocky dalam Dialog Terus Terang di Universitas Islam Indonesia (UII) di Yogyakarta, dikutip melalui siaran ulang Youtube Mahfud MD, Selasa, 26 Mei 2026.


Dia menyatakan, pergolakan politik terjadi karena terdapat pertentangan antara pihak. Namun yang terjadi saat ini, tidak ada yang berani berada dalam posisi berseberangan atau oposisi.

"Jadi ada fiksasi di kepala kita. Apa yang mendorong kita? Nggak ada. Ya (hanya) oposisi. Oposisi artinya berdiri di kiri," tuturnya.

"Dan nggak ada yang mau berdiri di kiri. You duel dengan argumen tuh. Coba bikin blok politik kiri, coba. Takut?Baca Tan Malaka," sambung Rocky.

Mantan Dosen Filsafat Universitas Indonesia (UI) itu menganalogikan sikap enggan beroposisi lewat perangai seseorang.

"Masuk cafe pakai La Sportiva (jenis sepatu gunung pada merk tertentu), padahal nggak pernah naik gunung, pamer La Sportiva. Akhirnya cafenya dikasih pasir, kerikil, supaya kelihatannya tuh sepatunya berguna. Jadi mental block itu ada di kita," katanya.

Oleh karena itu, Rocky memandang yang berkoar-koar mengkritik kondisi saat ini dan menghubungkannya pada perjalanan Reformasi, berarti tak berguna apa-apa jika tanpa disertai sikap yang nyata.

"Sejarawan, analis politik, mengucapkan ulang apa yang ada di koran, marah ke segala arah. Artinya, marah tanpa arah. Kalau mau marah, bikin blok, blok politik kiri," demikian Rocky.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya