Berita

Kepala Bakom RI Muhammad Qodari (Foto: Bakom RI)

Politik

Pemerintah Revitalisasi 3.084 Sekolah Terdampak Bencana di Sumatra

SELASA, 26 MEI 2026 | 09:51 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah mempercepat pemulihan sektor pendidikan di wilayah Sumatra yang terdampak bencana melalui program revitalisasi dan rehabilitasi satuan pendidikan. 

Hingga 12 Mei 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tercatat telah menyalurkan bantuan revitalisasi kepada 3.084 sekolah dari total ribuan sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Muhammad Qodari menegaskan bahwa percepatan penanganan sekolah terdampak merupakan wujud komitmen pemerintah bersama DPR RI dalam memastikan layanan pendidikan tetap berjalan bagi masyarakat di daerah terdampak. 


"Rapat koordinasi ini merupakan perhatian yang besar dari Bapak Presiden, dari pemerintah dan DPR RI terhadap bencana yang terjadi di Sumatra," kata Qodari dalam konferensi pers usai Rapat Koordinasi Penanganan Pascabencana Sumatra di DPR RI, Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.

Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian, menjelaskan jumlah sekolah terdampak bencana di Pulau Sumatra mencapai 4.992 unit. 

Dari angka tersebut, sebanyak 3.084 sekolah telah mendapatkan bantuan revitalisasi dan rehabilitasi dari Kemendikdasmen. 

"Kemudian yang sudah dibuat pekerjaan yang kerja sama oleh Kementerian Dikdasmen untuk renovasi rehabnya itu lebih kurang Rp3.084," katanya.

Tito memastikan lebih dari seribu sekolah yang belum direhabilitasi tidak diabaikan pemerintah. Saat ini, sekolah-sekolah tersebut masih berada dalam tahap perencanaan pembangunan lanjutan agar proses rehabilitasi dapat dilaksanakan secara bertahap dan terukur. 

"Nah masih ada sekitar seribuan lagi yang ditanyakan tadi, yang seribuan tadi bukan berarti didiamkan. Yang seribuan tadi nanti Kementerian Dikdasmen akan melakukan kerja sama lagi untuk rencana pembangunannya," jelas Tito.

Untuk mendukung percepatan pemulihan pendidikan, pemerintah juga telah menggelontorkan anggaran dalam jumlah besar. 

"Anggaran yang sudah dikeluarkan Kementerian Dikdasmen Rp2 triliun yang sudah dicairkan. Masih ada lagi kira-kira Rp1,8 sampai Rp1,9 triliun," ungkapnya.

Selain kerusakan pada bangunan sekolah, sejumlah infrastruktur pendukung seperti jembatan masih memerlukan penanganan lanjutan. Kendati demikian, kegiatan belajar mengajar di sebagian besar wilayah terdampak tetap berlangsung dengan berbagai penyesuaian. 

"Dari 4.922 sekolah, ada beberapa sekolah yang ada di tenda, terutama di daerah merah yang diharap relokasi," ujarnya.

Menurut Tito, pemerintah kini tengah mematangkan kesiapan lokasi relokasi bagi sekolah-sekolah yang berada di kawasan rawan bencana. Sementara menunggu pembangunan permanen, sebagian siswa masih mengikuti pembelajaran di fasilitas darurat maupun menumpang di sekolah lain. 

"Ada juga yang menumpang di sekolah yang lain. Ada juga yang di kelas darurat," kata dia.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya