Berita

Walikota Semarang, Agustina Wilujeng meluncurkan Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF) 2026 di kawasan bersejarah Lawang Sewu (Foto: Istimewa)

Nusantara

LOFF 2026 Dorong Kota Semarang Jadi Pusat Ekosistem Sinema Dunia

SENIN, 25 MEI 2026 | 11:31 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Walikota Semarang, Agustina Wilujeng, resmi meluncurkan Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF) 2026 di kawasan bersejarah Lawang Sewu. 

Festival film pendek tahun ke dua ini hadir dengan transformasi identitas visual baru yang lebih global serta membawa visi besar untuk mengubah wajah Ibu Kota Jawa Tengah dari sekadar lokasi syuting menjadi pusat ekosistem perfilman yang mandiri.

Agustina mengapresiasi konsistensi komunitas film, akademisi, dan generasi muda yang sejak tahun lalu sukses meletakkan fondasi awal gerakan budaya ini. Menurutnya, tema LOFF 2026 yang mengusung narasi “Seribu Pintu Menuju Sinema Dunia, Semarang Berkisah untuk Cerita Dunia” merupakan simbol pertemuan besar antara nilai sejarah kota dan ekspresi kreatif sinema masa kini.


“Lawang Sewu yang berarti seribu pintu ini diibaratkan sebagai pintu yang terbuka lebar bagi para sineas tanah air untuk menyampaikan kisah-kisahnya kepada dunia. Melalui festival ini, kita ingin menjadikan Semarang sebagai ruang produktif tempat tradisi bertemu dengan inovasi kreatif, sekaligus menjadi jembatan bagi karya film pendek Indonesia untuk mendunia,” ujar Agustina dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin 25 Mei 2026. 

Rangkaian program LOFF 2026 sendiri akan bergulir selama lima bulan ke depan dari Mei hingga mencapai puncaknya pada Oktober mendatang. Berbeda dengan tahun sebelumnya, festival kali ini dirancang lebih komprehensif melalui rangkaian kegiatan terintegrasi yang meliputi forum diskusi Lawang Talks, lokakarya Workshop & Mini Lab, stimulus pendanaan melalui LOFF Film Fund, hingga ruang eksibisi pasar kreatif di LOFF Market dan Film Week.

Wali Kota menegaskan bahwa kehadiran rangkaian program hulu-hilir tersebut merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap keberlangsungan industri kreatif di wilayahnya. Pemerintah Kota Semarang berkomitmen memfasilitasi ruang bagi para pelaku industri digital agar mampu melahirkan karya yang bernilai ekonomi tinggi tanpa kehilangan jati diri budaya lokal.

“Pemkot Semarang memberikan dukungan penuh agar industri kreatif kita memiliki ruang yang sehat untuk berkembang melalui semangat belajar, berkarya, dan berlayar. Kami ingin memfasilitasi para kreator muda agar mereka tidak hanya produktif menciptakan karya, tetapi juga mampu berlayar membawa narasi-narasi lokal ke panggung komersial yang lebih luas,” tegas Agustina.

Peluncuran festival ini juga menandai penguatan standar kualitas kompetisi melalui keterlibatan aktif para tokoh perfilman nasional. Sineas papan atas seperti Hanung Bramantyo, Nirina Zubir, hingga Yandy Laurens dipastikan terlibat langsung sebagai dewan juri sepanjang berjalannya festival untuk memberikan penilaian berbasis standar industri.

Agustina berharap keterlibatan para profesional tersebut dapat memicu transfer pengetahuan yang masif bagi komunitas film pendek di Indonesia. Dia optimistis bahwa sinergi antara fasilitas pemerintah, ruang sejarah, dan bimbingan para ahli industri akan mempercepat perwujudan Kota Semarang sebagai Kota Sinema (Cinematic City) yang kompetitif di tingkat global.

“Kehadiran para sineas senior nasional sebagai dewan juri menjadi tolok ukur yang sangat berharga bagi peserta untuk menguji kualitas karya mereka. Saya berharap lewat festival ini akan lahir generasi baru yang mandiri secara kreatif dan mampu menjadikan sektor perfilman sebagai motor penggerak baru ekonomi kota,” pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya